"Autopsi sudah kita lakukan, kini tinggal menunggu hasil laboratorium saja," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat, saat dikonfirmasi, Minggu (22/6/2014).
Dia mengatakan, hasil visum luar ditemukan sejumlah lebam yang diduga akibat hantaman benda tumpul dan berakibat pada pendarahan di dalam oragan paru.
"Hal ini yang belum diketahui benda tumpul apa yang digunakan untuk memukul, selain itu kita akan memastikan penyebab kematian dengan melihat hasil autopsi secara utuh karena ada kemungkinan penyebab kematian lain," ungkapnya.
Sebelumnya siswa kelas 3 ini meninggal dunia diduga dianiaya seniornya saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pecinta alam di Gunung Tangkuban Perahu. Korban sempat dirawat di RS MMC, namun nyawanya tak tertolong. Arfiand meninggal pada Jumat (20/6) pukul 11.00 WIB di ruang ICU RS MMC Kuningan, Jakarta Selatan.
(edo/ahy)










































