Kasus Transkrip Mega-Basrief, PDIP: Bukan Level Bu Mega untuk Merespons

Kasus Transkrip Mega-Basrief, PDIP: Bukan Level Bu Mega untuk Merespons

- detikNews
Sabtu, 21 Jun 2014 22:45 WIB
Kasus Transkrip Mega-Basrief, PDIP: Bukan Level Bu Mega untuk Merespons
Jakarta - Beredar transkrip yang disebut-sebut isi pembicaraan Megawati Soekarnoputri dan Jaksa Agung Basrief Arief. Ketua Umum PDIP itu konon menelepon Basrief meminta agar kasus Transjakarta yang ditangani Kejagung jangan sampai menyeret nama Jokowi, gubernur non-aktif DKI Jakarta. Basrief sudah memberikan tanggapan, namun Megawati ogah merespons.

Bahkan menurut politisi PDIP Evita Nursanty, Mega juga tidak pernah berusaha membicarakan isu transkrip itu. "Saya rasa itu sudah jelas, sudah dibantah langsung oleh pihak-pihak terkait. Kalau bu Mega merasa enggak perlulah (menanggapi). Ya ngapain statement picisan begitu mau direspons sama bu Mega. Enggak levelnya bu Mega lah untuk merespons gosip kampanye picisan seperti itu," kata dia di Hotel Ritz Carlton, Jaksel, Sabtu (21/6/2014).

Menurutnya, transkrip tersebut adalah kampanye hitam untuk menyerang capres Jokowi. Anggota departemen politik dan hubungan antar lembaga di PDIP itu mengaitkannya dengan kubu kawan, pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

"Ini bukan sekedar kampanye hitam lagi tapi bisa dibilang fitnah yang memang kadang-kadang ini adalah bentuk kepanikan lawan sehingga menghalalkan segala cara yang ada," tambahnya.

Lebih lanjut, Evita berujar Mega tak berencana membawa kasus transkrip itu ke proses hukum dengan alasan tak mau memperkeruh suasana. "Beliau tau kita ini enggak bodoh semua. Tidak perlu diberikan penjelasan, karena sudah jelas, di era Pilpres ini itu adalah yang kita sebut kampanye hitam dan tidak levelnya bu Mega. Beliau levelnya tinggi enggak mungkin respon gosip picisan begini," bebernya.


(ros/ahy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads