Cak Imin: Rugi Warga PKB dan NU yang Tak Pilih Jokowi-JK

Cak Imin: Rugi Warga PKB dan NU yang Tak Pilih Jokowi-JK

- detikNews
Sabtu, 21 Jun 2014 19:23 WIB
Cak Imin: Rugi Warga PKB dan NU yang Tak Pilih Jokowi-JK
Semarang - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar menanggapi adanya Ikatan Alumni (Ika) GP Ansor yang mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo-Hatta. Ia juga berkomentar enteng soal poster yang bertuliskan fatwa yang mewajibkan warga NU memilih Prabowo-Hatta.

Diketahui ikatan alumni GP Ansor Jateng mendeklarasikan dukungan mereka kepada Prabowo-Hatta di Semarang tanggal 14 Juni 2014 lalu. Menurut pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu, ketua umum GP Ansor sepenuhnya mendukung Jokowi-JK begitu juga bawahannya.

"Semua full dukung Jokowi-JK, ada yang dibikin veteran. Itu (Ika GP Ansor) veteran enggak jelas, enggak ngaruh," kata Cak Imin di sela peringatan Isra Miraj dan Silaturahim Kader Perempuan NU se-Jawa Tengah di Balai Merapi, kompleks PRPP Semarang, Sabtu (21/6/2014).

Pada deklarasi Ika GP Ansor Jateng yang digelar di sebuah rumah makan itu terdapat poster bertuliskan fatwa dari Habib Luthfi berbunyi 'Wajib Hukumnya Warga Nahdiyin NU Mendukung Prabowo-Hatta'. Menurut Cak Imin fatwa tersebut tidak benar.

"Itu fatwa nglindur," ujarnya singkat.

Ia menegaskan warga NU yang tidak memilih Jokowi-JK akan merasa rugi karena kepemimpinan mereka dianggap memberikan ruang yang lebih luas untuk perjuangan NU dan PKB.

"Rugi bagi warga PKB dan NU kalau tidak memilih Jokowi-JK karena kepemimpinan Jokowi-JK membuat NU memiliki ruang luas," tegasnya.

Selain itu untuk pemenangan Jokowi-JK tanggal 9 Juli mendatang, pihaknya yakin bisa memperoleh suara banyak karena memiliki anggota legislatif di setiap wilayah yang bertugas membuat 12 juta pemilih dari PKB lebih solid menetapkan pilihan kepada Jokowi-JK.

"Kami memiliki relawan-relawan yang akan digerakkan oleh basis-basis utama NU yaitu santri, Angkatan Muda NU, dan Fatayat NU yang memiliki jaringan ke tingkat bawah," tandas Cak Imin.

(alg/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads