Diketahui ikatan alumni GP Ansor Jateng mendeklarasikan dukungan mereka kepada Prabowo-Hatta di Semarang tanggal 14 Juni 2014 lalu. Menurut pria yang akrab dipanggil Cak Imin itu, ketua umum GP Ansor sepenuhnya mendukung Jokowi-JK begitu juga bawahannya.
"Semua full dukung Jokowi-JK, ada yang dibikin veteran. Itu (Ika GP Ansor) veteran enggak jelas, enggak ngaruh," kata Cak Imin di sela peringatan Isra Miraj dan Silaturahim Kader Perempuan NU se-Jawa Tengah di Balai Merapi, kompleks PRPP Semarang, Sabtu (21/6/2014).
Pada deklarasi Ika GP Ansor Jateng yang digelar di sebuah rumah makan itu terdapat poster bertuliskan fatwa dari Habib Luthfi berbunyi 'Wajib Hukumnya Warga Nahdiyin NU Mendukung Prabowo-Hatta'. Menurut Cak Imin fatwa tersebut tidak benar.
"Itu fatwa nglindur," ujarnya singkat.
Ia menegaskan warga NU yang tidak memilih Jokowi-JK akan merasa rugi karena kepemimpinan mereka dianggap memberikan ruang yang lebih luas untuk perjuangan NU dan PKB.
"Rugi bagi warga PKB dan NU kalau tidak memilih Jokowi-JK karena kepemimpinan Jokowi-JK membuat NU memiliki ruang luas," tegasnya.
Selain itu untuk pemenangan Jokowi-JK tanggal 9 Juli mendatang, pihaknya yakin bisa memperoleh suara banyak karena memiliki anggota legislatif di setiap wilayah yang bertugas membuat 12 juta pemilih dari PKB lebih solid menetapkan pilihan kepada Jokowi-JK.
"Kami memiliki relawan-relawan yang akan digerakkan oleh basis-basis utama NU yaitu santri, Angkatan Muda NU, dan Fatayat NU yang memiliki jaringan ke tingkat bawah," tandas Cak Imin.
(alg/ndr)











































