Menurut Diana, ternyata masih ada rekan Arfiand yang juga mengeluh sakit saat di gunung. Anak itu akhirnya dijemput oleh orangtuanya. Sekaligus ikut membawa Arfiand ke rumah sakit.
"Saya dapat kabar anak saya masuk UGD dari orangtua yang jemput ke sana. Anaknya juga masuk UGD," terang Diana di rumah duka Jl Poncol Jaya RT 01/05, Kuningan, Jaksel, Sabtu (21/6/2014).
"Jam 12 (malam) saya dapat kabar anak saya masuk UGD," lanjutnya lagi.
Diana beruntung masih sempat bisa berkomunikasi dengan Arfiand di rumah sakit. Arfiand saat itu mengeluh sakit di bagian perut.
"Sempet ngeluh perutnya sakit," imbuhnya.
Diana juga mengakui kondisi anaknya saat di rumah sakit penuh dengan lebam. Kondisi yang aneh jika mengikuti acara pelantikan ekstra kurikuler pecinta alam.
"Terus tantenya lapor ke polisi," tandasnya.
Korban mengikuti acara pecinta alam selama 8 hari sejak 12 Juni. peserta siswa kelas 1 sebanyak 10 orang dan seniornya siswa kelas 2 sebanyak 17 orang. Ada juga guru dan senior yang ikut. Polres Jakarta Selatan yang memegang kasus ini sudah memeriksa banyak saksi.
"Sudah ada 4 saksi yang kita periksa, guru dan siswa kelas 2," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar.
(mok/ahy)











































