Di mata tetangganya, Arfiand adalah anak yang pendiam. Arfiand baru ke luar rumah hanya jika salat di Masjid atau ada acara di luar.
"Anaknya pendiem, jarang ke luar rumah. Pinter, selalu dapat sekolah bagus. Sekolah negeri kan harus dapat bagus nilainya. Nggak pernah keluar atau main, tapi kalau ditanya, ya negor. Cuma anaknya memang pemalu. Anaknya putih bersih. Kalau lihat dia, cuma kalau mau berangkat atau pulang sekolah. Dianter mamanya. Anaknya baik nggak nakal," kata tetangga Arfiand yang rumahnya berseberangan, Jl Poncol Jaya RT 01/05, Sabtu (21/6/2014).
Ibu ini kaget mendengar kabar kematian Arfiand. Tadinya dia menduga ada sebuah acara sehingga rumah Arfiand pun ramai.
Kematian Arfiand pun membawa luka mendalam. Buktinya banyak dari teman-teman Arfiand yang datang melayat. Termasuk hingga yang mengantar ke pemakaman.
Ibu ini memang tidak tahu pasti bagaimana kronologi kematian Arfiand. Namun dari informasi yang berseliweran, dia mendapat cerita jika Ibu Arfiand masih sempat berkomunikasi dengan anaknya di RS MMC.
"Yang saya denger, Aca (panggilan Arfiand) sempet sadar, ibunya nanya, 'Aa kenapa?' Dijawab sama Aca: 'Aa dipukul, ditendang'. Itu semalem kata saudaranya yang ada di RS. Dokter juga denger itu, makanya diusulin untuk lapor ke polisi," papar ibu ini.
Beberapa teman Arfiand yang datang melayat juga sempat ditanya. Namun semuanya kompak membantah adanya penyiksaan. Namun kondisi yang ibu ini lihat justru malah berbanding terbalik.
"Kasihan juga teman-temannya yang ikut, kelihatan tertekan. Temannya ada yang dirawat di RS di Bandung karena dipatok ular, 2 orang. Sempat ditanya, katanya jawabnya kaya tertekan, kaya ketakutan," tutupnya.
Korban mengikuti acara pecinta alam selama 8 hari sejak 12 Juni. peserta siswa kelas 1 sebanyak 10 orang dan seniornya siswa kelas 2 sebanyak 17 orang. Ada juga guru dan senior yang ikut. Polres Jakarta Selatan yang memegang kasus ini sudah memeriksa banyak saksi.
"Sudah ada 4 saksi yang kita periksa, guru dan siswa kelas 2," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Indra Fadilah Siregar.
(mok/ndr)











































