Bahkan dari survei internal yang dilakukan tim pemenangan, pasangan Prabowo-Hatta sudah mengungguli duet Jokowi-Jusuf Kalla. Keyakinan mereka setelah debat capres pada Minggu (22/6/2014) besok elektabilitas Prabowo-Hatta akan terus menanjak.
Apalagi debat besok mengusung tema Ketahanan Nasional dan Politik Internasional yang memang sudah dikuasai Prabowo dan Hatta. " Prabowo sebelumnya aktif di TNI. Beliau memahami geopolitik militer. Beliau memahami pergaulan internasional. Ini sudah bidang beliau," kata salah satu anggota tim pemenangan Prabowo-Hatta, Andre Rosiade di Rumah Polonia, Jakarta, Sabtu (21/6/2014).
Pengalamann Prabowo selama berkarier di dinas militer itu tentu akan diperbarui oleh tim pemenangan. "Jadi semoga besok menang telak," kata Andre.
Menurut Andre, tim internal Prabowo-Hatta mengklaim telah melakukan survei di seluruh Indonesia. Dari hasil sigi tersebut, Prabowo menang tipis, yakni 5 persen atas duet Jokowi-JK.
Keunggulan diraih di beberapa daerah di Jawa, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Timur. "Tapi kita masih kalah di Jateng, itu karena basis tradisionalnya PDIP ya. Yang jelas sekarang kita sudah unggul. Ini berkat dukungan semua, termasuk mesin-mesin partai yang bekerja untuk Prabowo," kata dia.
Hasil survei Badan Litbang Kompas yang dipublikasikan hari ini mencatat pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla memiliki tingkat keterpilihan sebesar 42,3 persen. Sementara duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat elektabilitas sebesar 35,3 persen.
Survei Kompas dilakukan dengan mewawancarai 1950 responden selama kurun waktu 1-15 Juni 2014 di 34 provinsi di Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara sampling error diperkirakan sebesar 2,2 persen. Namun 'nonsampling error' dimungkinkan terjadi.
(erd/erd)










































