Sebutan itu bagi anggota tim media sosial Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla dianggap sebagai suka duka menjadi relawan.
"Tim socmed beda dengan panasbung. Kami masuk struktur. Mereka (panasbung) tidak bawa nama apa apa," kata anggota tim socmed Prabowo-Hatta, Noudhy Valdryno usai diskusi 'Perang Social Media' di Warung Daun, Cikini, Sabtu (21/6/2014).
Ryno mengakui bahwa panasbung kian marak akhir-akhir ini. Ia menyayangkan kehadiran pihak-pihak tidak bertanggung jawab tersebut. Tudingan sebagai panasbung dirasa Ryno menjadi salah satu duka dalam pekerjaan ini.
"Kadang kadang duka tapi kami bisa buktikan kalau kami tim resmi," ujar pria berkacamata ini.
Sementara itu, anggota tim socmed Jokowi-JK, Kartika Djoemadi curhat bahwa dirinya sering di-bully di media sosial karena aktivitasnya sebagai relawan dunia maya ini. Ia pun menolak disebut sebagai panasbung.
"Banyakan dukanya. Aku di-bully terus.Di scsmed itu siapapun bisa bully kita," ucap Kartika.
"Dulu Fadli Zon kan satu tim sama kita pas Pilgub, bilang timnya Foke panasbung. Ketika sekarang berhadapan, kita disebut panasbung. Padahal kalau relawan kumpul kumpul kita makannya kan nasi Padang atau warteg," lanjutnya sambil tertawa.
(imk/erd)










































