Aksi kreatif 'Flashmob Blusukan' ini ditunjukan sekelompok anak muda yang menamakan dirinya JAKCOM (Jokowi-JK Adalah Kita Community). Berawal dari aksi singgel street dancer di halaman parkir minimarket di kawasan Saharjo, Jaksel. Seorang pemuda menujukan keahliannya dalam menari.
Hingga aksi itu mendapat tantangan dari salah seorang pengunjung minimarket. Belakangan diketahui pengunjung yang ikut menari, tak lain merupakan masih bagian dari kelompok penari tersebut
"Pertamanya cuma sendiri yang dance sendiri gitu di tempat parkir sevel, nggak lama diikuti anak-anak lain yang lagi nongkrong," ujar salah seorang pengunjung Sevel, Maerina saat dihubungi detikcom, Jumat (21/6/2014).
Maerina mengaku tidak sadar kalau aksi kreatif tersebut berakhir tarian flashmob. Ia pun baru menyadari ketika sekelompok pemuda itu menunjukan kaos yang bergambar.
"Mereka pada pakai kaos bergambar Jokowi, aksi keren buat narik dukungan pemilih pemula," tuturnya.
Belakangan diketahui aksi ini dipelopori Nur Riandini pendiri JAKCOM untuk memberikan dukungan terhadap pasangan Jokowi-JK. Aksi dukungan itu disebutnya sebagai 'Flashmob blusukan' terinspirasi dari kinerja bluskan Jokowi selama 1,5 tahun menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Aksi mereka perlu diapresiasi. Karena sudah saatnya yang muda mulai turun tangan. Apalagi kalau saya lihat dengan gaya mirip blusukan dengan Jokowi," ungkapnya
(edo/mpr)










































