Prabowo menjawab, strategi pemerintahannya nanti salah satunya adalah mengamankan sektor ketahanan pangan dan energi Indonesia untuk menjaga dan mengejar kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia yang masih tertinggal.
"Kami akan membangun jutaan hektar lahan produksi, ini merupakan peluang bagi para investor dari luar juga, kita butuh teknologi, butuh peralatan, butuh benih terbaik, sistem logistik dari hulu hingga hilir, ini tentunya lapangan investasi yang menarik bagi investasi asing di Indonesia," ucap Prabowo di acara Dialog Capres Kadin di Djakarta Teater, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2014).
Ia menegaskan, bahwa pemerintahannya jika terpilih nanti akan mendukung investasi asing karena sudah waktunya pengusaha Indonesia dapat bersaing dengan industri asing.
"Kami mendukung investasi asing, ini abad 21 sudah waktunya pengusaha Indonesia untung, kuat bersaing, gigih, take off," ucapnya.
Apalagi berdasarkan data Bank Dunia, di Indonesia masih ada sekitar 100 juta rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.
"Kalau menggunakan indikator Bank Dunia pendapatan US$ 2 per kapita, artinya ada 100 juta jiwa orang Indonesia berada di bawah garis kemiskinan, makanya kita butuh peningkatkan daya beli, meningkatkan konsumsi, pertubuhan ekonomi lebih cepat, sehingga perlu juga partisipasi investasi asing yang benar-benar sungguh-sungguh ikut serta dalam pembangunan ekonomi kita," tutupnya.
(rrd/ang)











































