"Tahun ini untuk ciptakan manajemen massa yang lebih tertib memang ada perubahan. Tahun lalu animo masyarakat luar biasa pengen mendekat karena ada pak Jokowi ikut pawai. Sekarang mereka tetap ingin menyaksikan tapi nggak ikut berebut ke depan," kata Kepala Bidang Pengelolaan Daya Tarik Destinasi Wisata Disparbud DKI Ida Zubaidah saat dihubungi, Jumat (20/6/2014).
Walau memprediksi penonton tak akan merangsek ke jalanan, Ida tetap melakukan serangkaian antisipasi agar karnaval yang bertema Keajaiban Topeng Nusantara kali ini berjalan lancar. Apalagi jumlah peserta karnavalnya melonjak hingga dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya 500 orang.
"Kita siapkan tribun penonton di pelepasan, di pintu barat daya Monas, karena mereka kan pengen nonton paling dekat ke start konvoi biasanya," kata dia.
Selain itu, di titik keramaian, pihaknya juga menempatkan barikade petugas. "Itu di titik yang crowded seperti di bundaran air mancur di patung kuda itu, kita tempatkan personel, sekalian untuk mengatur pengguna jalan yang mau nyebrang," katanya.
"Tahun lalu barikade enggak ada, karena terkesan kaku, padahal masyarakat kita masih butuh diatur ya," tambah Ida.
Pengalaman tahun sebelumnya, jumlah masyarakat yang menonton karnaval memang membludak hingga ribuan orang. semua tumpah ruah di jalanan dan berdesakan ingin melihat peserta konvoi yang saat itu mengambil tema Keajaiban Ondel-Ondel.
Festival budaya Jakarnaval kali ini akan diikuti 1.200 peserta yang berjalan kaki, lima topeng raksasa, penampilan lima grup seni dari Bali, Ponorogo, Solo, Indramayu dan Kalimantan Timur, serta 30 unit mobil hias bertema topeng nusantara. Acara pawainya dimulai pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB dengan rute Silang Barat Daya Monas-Jalan MH Thamrin-Bundaran Hotel Indonesia (HI).
(ros/ndr)











































