Selebaran Pembelaan Prabowo Diedarkan di Pondok Indah Mall

Selebaran Pembelaan Prabowo Diedarkan di Pondok Indah Mall

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2014 18:04 WIB
Selebaran Pembelaan Prabowo Diedarkan di Pondok Indah Mall
Jakarta - Beredarnya rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira dan penjelasan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto membuat kubu Prabowo tersudut dan melakukan upaya perlawanan. Kini selebaran berisi pembelaan terhadap mantan Pangkostrad bintang tiga tersebut beredar di Pondok Indah Mall (PIM) 2. Siapa yang mengedarkan?

Pantauan detikcom, selebaran tersebut diedarkan di sejumlah titik di pusat belanja elite PIM 2, Jaksel, salah satunya di dekat ATM Centre, Jumat (20/6/2014).

Selebaran tersebut terdiri dari 8 lembar kertas fotokopian, semua halamannya berisi pembelaan terhadap capres nomor urut 1 tersebut. Sang penulis seolah paham benar peristiwa penculikan aktivis sampai kerusuhan Mei 1998 silam.

"Jika kita bicara tentang sosok Prabowo Subianto, mungkin bagi yang tahu pasti akan dikaitkan dengan kerusuhan Mei 1998 di mana Prabowo Subianto menjadi salah satu aktornya. Itu yang digemborkan media, tapi tahukan anda bahwa sebenarnya fakta tidak seperti itu. Sebenarnya Prabowo Subiantolah yang dijadikan kambing hitam dalam tragedi Mei 1998," demikian bagian pembuka selebaran tersebut.

Sang penulis mengawali kisah dengan menulis biodata Prabowo Subianto yang dilahirkan di Jakarta pada 17 Oktober 1951 silam. Kemudian masuk ke kisah pernikahan Prabowo Subianto dengan Titiek Soeharto, dan cemerlangnya karier Prabowo di militer.

"Prabowo sempat disebut The Brightest Star, jenderal termuda yang meraih 2 bintang pada usia 46 tahun," demikian selebaran yang tak menyebut nama penulisnya itu.

Sampai kemudian kasus penculikan aktivis menjadi penyebab kehancuran kariernya. DKP yang menyelidiki kasus itu ditegaskan sebagai alat politik Pangab kala itu, Jenderal Wiranto, untuk menutup karier Prabowo. Selebaran ini berisi pembelaan bahwa pembentukan dan rekomendasi DKP politis dan Prabowo tak terlibat penculikan. Penulis mencontohkan sejumlah korban penculikan seperti Desmon Mahesa, Pius Lustrilanang, yang direkrut masuk Gerindra.

Selebaran isi mengklarifikasi tiga tuduhan utama terhadap Prabowo yakni penculikan aktivis, penembakan mahasiswa Trisakti, dan dalang kerusuhan Mei 1998. Sama seperti Waketum Gerindra Fadli Zon, sang penulis menyebut Wiranto-lah yang paling bertanggung jawab terkait kerusuhan Mei 1998. Sang penulis mencatat sejumlah hal-hal yang dianggap kesalahan Wiranto kala itu. Tulisan itu bergulir sampai proses pergantian presiden pada Mei 1998.

Penutup tulisan ini berisi tudingan serius terhadap Wiranto. "Kita tidak pernah tahu apakah Soeharto maupun Habibie sama-sama salah mengartikan informasi yang disampaikan Wiranto, atau memang ada kesengajaan melakukan miss informasi terhadap Prabowo mengingat persaigan internal ABRI saat itu. Demikian akhir tulisan singkat mengenai Sang Jenderal Terbuang. Semoga menambah wawasan dan menjadi pelajaran kita semua," demikian penutup tulisan tersebut.


(van/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini