Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/6) malam di warung martabak Shaffron di Jalan Ciumbuleuit, no 113 D, Bandung, Jawa Barat. Pemilik warung, Feroz Noviar mengatakan, sebelumnya pada Kamis paginya, kaca gerobak martabaknya dilempari oleh orang tak dikenal.
"Kejadian hari Kamis subuh, saya dibanguni pegawai saya, katanya kaca kedai dipecahin. Saya lihat, kemudian kacanya diberesin. Jadi karena kacanya bolong, hari itu nggak jualan," kata Feroz saat berbincang dengan detikcom, Jumat (20/6/2014).
Lalu, lanjut Feroz, malam harinya ada seorang mantan pegawainya yang datang ke rumahnya dan mengadukan bahwa warung martabaknya sedang dirusak oleh empat orang tak dikenal. Saat didatangi, tak hanya rusak parah juga ditemukan sebuah botol yang disumpal kain dan berisi bensin yang diduga sebagai bom molotov.
"Sekitar pukul 22.00 WIB, saya tiba, gerobak sudah berantakan, pecah. Balok di mana-mana dan ada bau bensin dan ada botol pakai sumbu. Saya telepon polisi dan langsung datang cek TKP," jelas Feroz.
Feroz tak tahu kenapa warungnya dirusak oleh orang. Sebelumnya, dia juga merasa tidak pernah bermasalah dengan orang lain terkait usahanya.
"Warungnya rusak cukup parah. Kkerugian sekitar Rp 17 juta," katanya.
(jor/ndr)











































