Perempuan Golkar Minta Kalla Penuhi Kuota 30 Persen

Perempuan Golkar Minta Kalla Penuhi Kuota 30 Persen

- detikNews
Kamis, 23 Des 2004 17:27 WIB
Jakarta - Kecewa kepengurusan hasil Munas Bali, Komponen Perempuan Partai Golkar meminta Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menempatkan perwakilan perempuan 30 persen dalam kepengurusan partai.Hal ini disampaikan Penasihat Kelompok Perempuan Partai Golkar Sulasikin Murpratomo di gedung DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Kamis (23/12/2004).Komponen Perempuan Partai Golkar terdiri dari Ormas Partai Golkar, diantaranya Hasta Karya dan Kelompok Perempuan Partai Golkar.Dijelaskan Sulasikin, UU Pemilu No. 12 tahun 2004, pasal 55 dan UU Parpol No. 31 tahun 2003 pasal 7 C terdapat amanah keterwakilan perempuan 30 persen dari pengurus partai politik. "Tetapi ternyata, kepengurusan hasil Munas kemarin sangat mengecewakan karena hanya 6 persen perempuan, yaitu dua orang dari 38 pengurus harian.Padahal dari dulu, partai Golkar selalu yang terdepan dalam memperjuangkan perempuan. Kami harap ada kebijakan, yaitu penyempurnaan kepengurusan DPP," kata Sulasikin."Presiden SBY saja memperjuangkan perempuan, mestinya wapresnya juga belajar dari presidennya. Dalam Munas, kami sudah mengusulkan hal ini tetapi tidak dipedulikan," lanjutnya.Kenapa tidak dukung Marwah?"Diantara 13 suara yang diperoleh Marwah, mungkin saja ada suara dari Kelompok Perempuan. Kita kan tidak tahu," jawab Sulasikin.Juniwati Sofwan salah satu Ketua DPP Partai Golkar bidang perempuan, budaya dan wisata berjanji akan menyampaikan tuntutan kelompok perempuan dalam rapat harian Partai Golkar, Kamis (23/12/2004) malam."Kami meminta agar dipertimbangkan kepengurusan partai ditambah jumlah perempuan sehingga mencapai 30 persen. Memang keputusan Munas tidak bisa langsung diubah tetapi bisa diadakan semacam rapim khusus,' ujar Juniwati.Berani protes jika tidak dipenuhi?"Saya berani tetapi tetap ada konsep dan aturan karena yang kita hadapi berat," kata Juniwati, kader Golkar yang pernah dipecat era Akbar ini.Turut hadir mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Sri Rejeki dan mantan Menteri Sosial Nani Sudarsono. (aan/)


Berita Terkait