Nama Hary Tanoesoedibjo menurut Bloomberg tergabung dengan nama lain sehingga terbaca sebagai ‘Prabowo-Hatta Hary Tanoesudibjo’. "Kesalahan ini telah diperbaiki dan Bloomberg memohon maaf atas kekeliruan yang terjadi," tulis Bloomberg dalam pernyataan resminya yang dikutip detikcom, Jumat (20/6/2014).
Kabar pembelian saham grup MNC oleh seorang investor bernama 'Tanoesudibjo Prabowo-Hatta' beredar di kalangan pelaku pasar modal sejak Kamis (19/6/2014) kemarin. Mereka mengutip data di situs Bloomberg yang menulis bahwa 'Tanoesudibjo Prabowo-Hatta' membeli saham grup MNC dengan total nilai mencapai Rp 869,8 miliar.
Sebelumnya salah satu anggota tim sukses calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa juga membantah adanya pembelian saham oleh investor bernama 'Tanoesoedibjo Prabowo-Hatta'. Klarifikasi sudah dilakukan dan hasilnya tidak ada transaksi tersebut.
"Saya perlu klarifikasi mungkin murni kesalahan dari informasi. Kami klarifikasi tak ada pembelian tersebut," kata anggota Tim Sukses Prabowo-Hatta, Sandiaga Uno, ketika ditemui di Acara Visi Misi Ekonomi dan Pasar Modal Capres Prabowo Subianto di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2014).
"Mungkin di-hack. Itu salah satu indikasi, saya lagi mau minta klarifikasi. Tidak ada pembelian tersebut," kata pengusaha pemilik grup Saratoga itu.
(erd/nrl)










































