Prabowo Jawab Sindiran JK Tentang 'Capres Dor'

Prabowo Jawab Sindiran JK Tentang 'Capres Dor'

- detikNews
Jumat, 20 Jun 2014 13:22 WIB
Prabowo Jawab Sindiran JK Tentang Capres Dor
Jakarta - Saat kampanye di Sulawesi Barat, cawapres nomor urut 2 Jusuf Kalla menyindir tentang 'capres dor'. Capres nomor urut 1 yang merasa tersindir dengan ucapan itu angkat bicara.

Pada acara Pemaparan Visi dan Misi Ekonomi dan Pasar Modal Prabowo-Hatta di Hotel Ritz Carlton, Jumat (20/6/2014), seorang peserta meminta Prabowo untuk menilai rivalnya, Joko Widodo. Namun mantan Danjen Kopassus ini enggan memberikan penilaian.

"Masa saya menilai rival saya? Saya tidak mau menilai rival saya dan rival saya juga tidak mau menilai saya. Tentu ya kalau harus menilai, saya inginnya nilai saya lebih baik. Saya serahkan kepada rakyat. Biar rakyat yang menilai," jawab Prabowo.

Ketua Wanbin Gerindra ini lalu curhat bahwa ia sering difitnah. Salah satunya ialah sindiran 'capres dor' yang diungkapkan JK.

"Walaupun saya dihajar, difitnah. Diktaktor, capres dor, apa pun ya sudah tidak apa-apa biarkan. Serahkan ke rakyat. Saya belajar sejarah. Kita dalam posisi pemimpin, harus kita beri contoh," ujar Prabowo.

Saat kampanye di Mamuju, Sulawesi Barat, masyarakat menyambut suka cita kehadiran Jusuf Kalla dalam kampanye sebagai cawapres. Mereka meneriakkan angka 'dua' dengan logat yang mereka ciptakan sendiri.

Jusuf Kalla yang berulang kali mendengar teriakan dukungan 'dua' dengan tekanan pada huruf 'd', hanya tersenyum senyum. Tapi tiba-tiba ia mengingatkan, 'dua' itu jangan sampai salah menjadi 'dor'.

"Hati-hati bukan dor. Ada juga yang suka dor. Itu bahaya," ucap Jusuf Kalla sambil sedikit tertawa di tengah orasinya di Kawasan Adat Mamuju, Sulbar, Kamis (11/6/2014).

JK tak merinci maksud kata 'dor'nya dan tak menyebut pihak yang dituju. "Yang suka dor, Mamuju bisa kembali tahun 60an. Bahaya. Hati-hati," ujar ketua umum PMI itu.

(imk/ndr)


Berita Terkait