"Biarkan masyarakat menilai," kata Prabowo di Hotel Ritz Carlton, Jumat (20/6/2014).
Berulang kali ditanya oleh awak media, Prabowo tetap mengeluarkan jawaban yang sama sambil berjalan meninggalkan ruangan pertemuan. Ia menganggap semuanya akan terbukti pada hari pencoblosan.
"Kita lihat tanggal 9 Juli," ucapnya sambil meninggalkan awak media.
Jenderal (Purn) Wiranto angkat bicara seputar beredarnya surat rekomendasi pemecatan Letjen (Purn) Prabowo Subianto oleh Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Ketum Hanura itu memberikan penjelasan bahwa Prabowo terbukti melakukan penculikan aktivis pada pergolakan di tahun 1998.
Wiranto menegaskan penjelasan yang diberikannya bukan sebagai Ketum Hanura, tapi sebagai Panglima ABRI yang saat itu sekaligus Menteri Pertahanan. Wiranto juga menegaskan dirinya tak bermaksud mendiskreditkan pihak tertentu. Ada pun Prabowo kala itu menjabat sebagai Pangkostrad.
"Tentu saya melihat penjelasan-penjelasan tentang DKP banyak perbedaan. Saya paham ada kepentingan politik yang menyebabkan perbedaan tafsir dan pemberitaan yang salah sehingga membingungkan masyarakat. Maka saya perlu menjelaskan, menjawab pertanyaan masyarakat," kata Wiranto membuka keterangannya.
(imk/sip)











































