"Saya diperiksa sebagai saksi, saya hanya menceritakan mendapat ini (tabloid). Saya minta polisi mengusut tuntas," ujar KH Maman kepada wartawan usai memberi keterangan sebagai saksi di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (20/6/2014).
Maman menjelaskan, pesantren pimpinannya sudah dua kali menerima kiriman Tabloid yang mengulas tentang capres Joko Widodo. Edisi pertama pada tanggal 15 Mei, sedangkan edisi kedua pada tanggal 17 Juni 2014.
"Beberapa santri sempat membaca dan mendiskusikan itu, akhirnya setuju bahwa itu hanya propaganda hitam," katanya.
Menurut Maman, pihaknya tidak terprovokasi dengan isi konten Tabloid Obor Rakyat. Mereka juga telah melakukan klarifikasi langsung ke Jokowi tentang Tabloid itu.
"Santri meminta Tabayyun langsung dengan Pak Jokowi. Saya rasa pesantren dan NU sudah lebih dewasa menyikapi perbedaan dan tahu persis mana yang berita bagus atau nggak," ujar Maman yang mengaku mendukung Jokowi ini.
Dalam menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Maman mengaku diperiksa bersama pihak Tabloid Rakyat. Namun, ia tidak tahu nama dari perwakilan Tabloid tersebut.
(idh/mok)










































