"Pak Jokowi punya pengalaman wali kota, gubernur. Saya juga tentu punya pengalaman sama karena pemerintah besar tidak mungkin uji coba, dicoba-coba," ujar JK saat bertemu alim ulama se-Kalimantan Selatan di Golden Tulip Galaxy Hotel, Banjarmasin, Jumat (19/6/2014).
JK menegaskan dirinya bersama Joko Widodo menginginkan adanya kemajuan bangsa. Pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai hal tersebut.
"Suatu negara yang makmur dan maju, maju dengan kemakmuran kebaikan, semua masyarakat kita dapat menikmati hasil alam. Karena itulah setiap pemerintah baru bisa mencapai hal itu apabila ada kerjasama yang baik," sambungnya.
Kemakmuran sebut JK juga dapat dicapai bila negara memanfaatkan hasil sumber daya alamnya. "Bagaimana memajukan ekonomi, kekayaan sumber daya alam harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk masyarakat. Kalimantan dipenuhui hutan tapi dibabat untuk kepentingan asing kita tidak ingin itu. Di sini ada tambang, batu bara, besi harus sebesar-besarnya untuk kemajuan daerah ini," ujar JK.
Calon nomor urut 2 ini juga menegaskan prioritas program pemberantasan korupsi. "Negara harus bersih dari korupsi. Kita menyayangkan adanya pimpinan korup, pimpinan parpol bermasalah tapi tidak seperti digambarkan Rp 1.200 triliun dicuri, jangan dianggap smua pegawai negeri perampok, masih banyak yang baik," lanjutnya.
Karena itu, JK meyakini dukungan ulama Kalsel bisa menjadi kekuatan positif untuk pemenangan di Pilpres. "Saya dan Jokowi akan menjalankan amanah sebaiknya," ujarnya.
(fdn/mok)










































