Berbagai program beasiswa untuk melahirkan peneliti terus diadakan. Salah satunya yang dilakukan Maarif Institute.
Maarif Institute saat ini tengah memberikan fasilitas bagi para peneliti muda. Para peneliti muda itu difasilitasi penuh untuk melakukan penelitian melalui program 'Maarif Fellowship'.
"Maarif Fellowship ini memiliki beberapa tujuan, antara lain melakukan kaderisasi intelektual pada kaum muda Indonesia agar menjadi intelektual yang kritis," kata Direktur Riset Maarif Institute, Ahmad Fuad Fanani di kantor Freedom Institute, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2014).
"Program ini juga mewadahi potensi-potensi kreatif anak muda untuk turut serta mencari jawaban terhadap berbagai persoalan keagamaan yang terjadi di tanah air," imbuhnya.
Pada tahun ini, Maarif Institute menerima banyak proposal penelitian. Namun, dari sekian banyak proposal itu akhirnya ada tiga orang yang mendapatkan fasilitas penelitian.
Ketiga peneliti muda itu adalah M Zaki Arrobi (Mahasiswa Fisipol UGM) dengan judul penelitian 'Pemuda (Pos)- Islamis : Islamisme dan Gerakan Mahasiswa Pasca-Suharto di Indonesia', Pradita Devis Dukarno (Mahasiswa FIB UGM) dengan judul penelitian 'Sunda Kecil Pascakolonial : Desentralisasi Wilayah dan Pembentukan Identitas, Puti Hasanatu Syadiah (Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayutullah Jakarta) dengan judul penelitian 'Spirit Al-Ma'un dan Peran Muhammadiyah dalam Membangun Keadilan Sosial Ekonomi.
Ketiga peneliti muda itu mendapatkan berbagai fasilitas untuk menyelesaikan penelitian mereka. Peneliti senior pun disediakan untuk memberikan bimbingan.
Menurut Ahmad Fuad Fanani, program Fellowship ini adalah program dua tahunan. Kedepannya isu-isu sosial akan menjadi topik bahasan dalam penelitian.
(kha/fjr)











































