"Yang ada di jalur 7 jalur 8 itu kan kalau mau ke Gambir harus crossing, melewati jalur yang lain, sehingga jalur lain ini harus stop kereta apinya, karena untuk menyeberangkan rangkaian. Kemarin sudah ada rakor, evaluasi, itu nanti crossing akan dikurangi, caranya dengan memindahkan rangkaian, setidaknya 3 rangkaian ke Senen atau Jakarta Kota," kata Sugeng.
Humas PT KAI, Sugeng Priyono menyampaikan ini usai menggelar jumpa pers Kewajiban pelayanan publik atau PSO (Public Service Obligation) di kantor Daop 1 Jakarta, Stasiun Cikini Jakarta Pusat, Kamis (19/6/2014).
Selain itu, pihak PT KAI juga akan memfungsikan jalur 7 atau 8 di Stasiun Manggrai, sehingga tidak perlu crossing. Jalur 7 itu akan difungsikan mulai Sabtu (21/6/2014) besok.
"Jalur 7 mulai sabtu (21/6) besok difungsikan. Kalau pemindahan dua rangkaian Kereta api, sudah mulai hari ini. Kereta api terus melakukan evaluasi dalam rangka mengakamodir kebutuhan masyarakat. Karena keterlambatan itu juga pemborosan," ujarnya.
Sementara itu, menurut Direktur Komersial PT KAI, Bambang Eko Martono, antrean yang terjadi akibat gangguan sinyal itu disebabkan faktor cuaca. pihaknya mengaku telah dapat menangani gangguan sinyal tersebut lebih cepat dari sebelumnya.
"Gangguan sinyal itu kan pasti ada sebabnya. Memang sekarang ini kan bulan juni, seharusnya tidak, ini masih ada petir. Tapi, dulu kalau kena petir, penanganannya bisa 2 atau 3 jam, sekarang setengah jam sudah bisa ditangani, karena sudah dilokalisir, tidak berimpact kemana-mana. Jadi begiu kena, bisa kita handle," katanya.
(idh/ndr)











































