Dalam orasi politiknya, JK memuji masyarakat di wilayah timur khususnya NTT. Calon yang berpasangan dengan Joko Widodo ini tak sependapat dengan pernyataan yang menyebut orang timur hanya bisa berkelahi dan makan berlebih.
"Ada yang mengatakan organg timur hanya kuat makan, hanya jago berkelahi padahal orang NTT kalau tidak ada sapinya siapa yang kasih makan di Jawa, kalau Maluku tidak kasih ikan, Sulawesi kasih beras. Indonesia Timur bukan hanya tukang makan tapi ahli kasih makan," ujar JK disambut tepuk tangan lebih dari seribu orang di GOR Flobamora, Kupang, Kamis (18/6/2014).
Menurut JK semangat masyarakat wilayah timur termasuk NTT tidak bisa ditandingi. "Saya merasa berterimakasih untuk bertemu bersilaturahmi bertemu muka dengan Anda semua di Kupang NTT adalah kebanggaan saya untuk bertemu orang-orang yang penuh semangat, tangguh yang penuh harapan," tuturnya.
Pada kampanyenya JK menegaskan pembangunan di wilayah Timur dalam bidang pendidikan, infrastruktur termasuk pariwisata harus diprioritaskan.
"Karena itu Pak Jokowi selalu mengatakan revolusi mental. Artinya cara berpikir maju, bersaing dengan negara lain, lewat pendidikan baik. Mari kita kembali ternakan sapi dengan ilmu pengetahuan, jagung, beras, mari kita kembangkan wisata. Kita bukan ahli berkelahi tapi ahli membangun bangasa," urainya.
Untuk mencapai kemajuan itu, lanjut JK dibutuhkan kepemimpinan yang amanah dan jujur. "Tapi juga pintar mengelola bangsa," katanya.
"Saya berjanji dengan Pak Jokowi apabila Anda memilih kami pada tanggal 9 Juli kami akan bekerja keras selama 5 tahun untuk Anda semua," tegasnya disambut riuh tepuk tangan.
(fdn/ndr)











































