Direktur LSM Lingkungan, Riau Madani, Tomy Manungkalit mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Kamis (19/6/2014). Menurutnya, bangkai gajah ini ditemukan warga di Desa Kembang Bunga di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Kita perkirakan gajah ini baru mati sepekan lalu. Dari informasi tim di lapangan, gajah ini sengaja diburu dengan cara ditembak bagian kepalanya," kata Tomy.
Lokasi penemuan bangkai gajah ini, lanjut Tomy, tidak jauh dari perkebunan sawit masyarakat.
"Di lokasi tidak ditemukan gadingnya. Kita belum tahu pasti, siapa yang mengambil gadingnya, apakah kelompok pemburu atau sudah diselamatkan pihak BBKSDA Riau," kata Tomy.
LSM lingkungan ini mendesak, pihak aparat terkait untuk mengungkap seluruh kematian gajah yang ada di Riau.
"Selama ini belum pernah ada kasus kematian gajah secara tak wajar di Riau yang bisa terungkap. Baik oleh pihak kepolisian terutama lagi instansi yang paling berwenang Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau," kata Tomy.
Tercatat, sejak Januari hingga Juni 2014 sudah ada 15 gajah liar mati di sejumlah kabupaten di Riau. Kematian gajah umumnya termakan racun yang sengaja ditebar masyarakat.
"Selain lemahnya penegakan hukum, tingkat kesadaran masyarakat di Riau juga masih rendah. Malah belakangan, gajah dianggap hama yang merusak perladangan masyarakat," kata Tomy.
Padahal kalaupun perladangan masyarakat yang dirusak gajah, lanjut Tomy, jelas itu dulunya lokasi itu habitat gajah. Satwa bongsor itu tidak akan pernah mengganggu perladangan milik siapapun, jika areal itu dulunya tidak bagian wilayah jelajah gajah.
"Jangan pernah menyalahkan gajah, justru gajah yang kini terusik karena habitatnya kian menyempit oleh kebijakan pemerintah yang kurang pro terhadap lingkungan," kata Tomy,
(cha/try)











































