Persaingan itu menurut dia terjadi secara sportif dan tidak disertai rasa dendam atau pun iri hati. Wiranto kemudian mencontohkan, pada tahun 1998 dia yang merupakan lulusan AKABRI 1968 menjadi Panglima ABRI menggantikan seniornya yang angkatan 1961.
"Saya melewati tujuh angkatan, apakah beliau-beliau itu iri? Tidak," kata Wiranto dalam jumpa pers di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran di jalan Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat Kamis (19/6/2014).
Wiranto juga mencontohkan, pada tahun 2004 dia bersaing dengan Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono di pemilihan presiden dan wakil presiden. Kebetulan waktu itu dia kalah bersaing dengan SBY yang merupakan juniornya di TNI.
"Apakah saya dendam? Tidak. Saya masih bertemu beliau (SBY) dan hormat," kata Wiranto yang juga Ketua Umum Partai Hanura tersebut.
Pernyataan Wiranto tersebut disampaikan menanggapi sejumlah pernyataan yang menyebut dia merasa tersaingi oleh karier Prabowo Subianto yang melesat selama di TNI.
(erd/try)










































