Natal & Tahun Baru
Bali Dijamin Bebas Teroris
Kamis, 23 Des 2004 14:49 WIB
Denpasar - Bom Bali telah dua tahun berlalu. Namun bayang-bayang teroris di Pulau Dewata belum pudar. Mereka tetap menjadi ancaman keamanan Bali. Menyambut Natal 2004 dan Tahun Baru 2005, Polda Bali menjamin Bali bebas dari ancaman teroris."Kami telah melakukan penyisiran dan pencarian selama satu bulan, situasi keamanan Bali sangat kondusif. Dari hasil pemeriksaaan setiap tempat, mulai dari tempat kost, pengiapan dan hotel tidak ditemukan itu (ancaman teroris)," kata Kepala Bidang Humas Polda Bali Kombes Polisi AS Reniban usai diskusi Pilkada Bali 2005 di warung Bendega, Jalan Tjok. Agung Tresna, Denpasar, Kamis (23/12/2004)."Bali yang pertama kali mengungkap kasus terorisme hingga jaringan mereka terbongkar jadi secara psikologis mereka tidak puas dan menyimpan rasa dendam terhadap Bali," katanya.Reniban mengatakan, Polda Bali selama satu bulan, sejak tanggal 28 Oktober hingga 27 Nopember 2004 telah melakukan Operasi Waspada Agung untuk memburu para teroris, yaitu Dr Azahari, Noordin Mohd Top dan jaringannya serta mencegah mereka masuk kembali ke Bali.Untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru, Polda Bali akan mengerahkan 7000 personel dibantu TNI, Pemda (LLAJR), Satuan Petugas Pamong Praja, Petugas Kesehatan, Pengamanan Swakarsa dan Pecalang. Mereka mulai bertugas sejak Pukul 00.00, Jumat (24/12/2004) hingga (2/1/2005).Reniban mengatakan, aparat akan mengamankan 61 buah tempat ibadah Gereja se-Bali, orang-orang yang beribadah pada saat Natal, tempat-tempat keramaian dan jalur sembako (sembilan bahan pokok). "Jumlah pengamanan untuk setiap gereja berbeda-beda tergantung dari jumlah orang yang beribadat dan lokasi gereja. Setiap gereja akan dijaga oleh 6-8 atau 15-20 personel," demikian Reniban.
(nrl/)











































