"Saya bingung, tidak tahu nanti akan tinggal dan berjualan dimana," kata Hendra yang hanya bisa menatap reruntuhan balok-balok kayu yang dulu menjadi rumahnya.
Hendra adalah pedagang warung tenda Pecel Ayam di kawasan Lebak Bulus. Tidak hanya tempat berjualannya saja yang menjadi sasaran, tetapi kontrakan tempat dirinya tinggal juga dibongkar oleh Satpol PP.
"Saya sudah tahu lama bahwa kawasan ini akan dibongkar. Tapi tidak tahu pasti apakah jadi atau tidak," kata Hendra menjelaskan.
Dirinya juga mengaku bahwa tidak ada satu sen pun ganti rugi yang ia terima dari proses pembongkaran ini. "Ganti rugi dari mana? Saya tidak terima apa-apa," kata Hendra.
Selain Hendra, beberapa pedagang lainnya yang ikut terkena gusur juga mengeluhkan tindakan Satpol PP yang dinilai terlalu tiba-tiba.
"Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jadinya kami tidak ada persiapan," kata wanita muda yang tidak mau memberitahu namanya.
Wanita yang memiliki anak satu ini dulunya menjual pulsa di kawasan Lebak Bulus. Namun, melihat tempat berjualan yang sekaligus tempat tinggalnya rata dengan tanah, ia sungguh kecewa.
"Apalagi sebentar lagi mau puasa, lebaran. Kenapa pembongkaran tidak ditunda atau kami dicarikan solusi lain. Tidak luntang-lantung seperti ini," kata Pria yang juga tidak bersedia menyebutkan namanya, menambahkan cerita wanita penjual pulsa.
Pembongkaran lahan di kawasan Lebak Bulus hari ini (19/6/2014) dimulai pukul 07.30 WIB. Pembongkaran dilakukan oleh Satpol PP Jakarta Selatan dibantu dengan Polisi dan Sudin Kebersihan Jakarta Selatan. Sampai saat ini proses pembongkaran masih berlangsung, dan ditargetkan akan rampung siang nanti.
(fiq/fiq)











































