TNI Usul Bangun Pos di Perbatasan

Berantas Illegal Logging

TNI Usul Bangun Pos di Perbatasan

- detikNews
Kamis, 23 Des 2004 14:20 WIB
Jakarta - Markas Besar TNI saat ini sedang mengajukan proposal kepada pemerintah untuk membuat base camp (pos patroli) di perbatasan wilayah Indonesia-Malaysia. Proposal itu guna partisipasi TNI dalam menanggulangi illegal logging.Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kepada wartawan usai meresmikan Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2005 di Mabes TNI AD, Jl Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (23/12/2004)."Kita masih dalam taraf mengajukan proposal pada pemerintah untuk ditindaklanjuti. Karena, kalau hanya dari anggaran TNI tidak memungkinkan," jelas Tarto.Tarto mengatakan, sebenarnya upaya penanggulangan praktek pencurian kayu ilegal dan penyelundupan kayu ke luar negeri merupakan wewenang Departemen Kehutanan (Dephut). Tentunya upaya Dephut tersebut perlu mendapatkan bantuan dan koordinasi dengan instansi terkait lainnya, termasuk TNI."TNI ikut dalam kontribusi penanggulangan illegal logging. Tapi, kita terlebih dahulu melakukan penertiban ke dalam (TNI). Saya tidak ingin ada aparat TNI yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan ilegal, termasuk illegal logging," jelas Tarto lagi.Untuk penanggulangan pencurian kayu ini, jelas Tarto, dirinya sudah memerintahkan semua stafnya untuk membuat suatu perencanaan pengamanan wilayah perbatsan. Pengamanan ini termasuk dari gangguan keamanan, maupun pencurian kayu.Panglima TNI mengharapkan agar Dephut yang memiliki anggaran reboisasi bias menyisikan anggarannya guna membuat base camp patroli di sepanjang jalur perbatasan yang memang sulit dan tidak ada jalur darat. Pos-pos patroli ini nantinya bisa untuk pendaratan helikopter milik Dephut, sehingga bisa memantau keadaan di sekitar tersebut. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads