PDIP: Transkrip Mega-Basrief Rekayasa Politik Jatuhkan Jokowi!

PDIP: Transkrip Mega-Basrief Rekayasa Politik Jatuhkan Jokowi!

- detikNews
Kamis, 19 Jun 2014 11:42 WIB
PDIP: Transkrip Mega-Basrief Rekayasa Politik Jatuhkan Jokowi!
Jakarta - Kelompok Progres 98 mengaku mendapat rekaman soal transkrip Megawati dan Jaksa Agung Basrief Arief terkait kasus TransJ. PDIP menegaskan transkrip itu hanyalah rekayasa politik untuk menjatuhkan Jokowi.

"Itu merupakan rekayasa politik tanpa nalar. Baca saja transkripnya, itu dialog yang sangat dibuat-buat. Banyak muncul kata-kata aneh, dan cara menyebut nama yang tidak biasa dilakukan oleh Ibu Megawati," kata Wasekjen PDIP yang juga Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, kepada wartawan, Kamis (19/6/2014).

Hasto menjelaskan pihaknya sudah membaca transkripan yang dituduhkan tersebut. Ada sejumlah kata yang menurut Hasto benar-benar bukan Megawati yang sebenarnya.

Misalnya , kata-kata seperti 'sampeyan', 'itu anu', memanggil Surya Paloh dengan sebutan 'Pak Surya', sebutan Mas Todung untuk Todung Mulya Lubis. Plus kata-kata yang bernada khawatir 'seperti agenda kita semua'. Hasto menegaskan itu bukanlah pernyataan yang biasa keluar dari Ibu Megawati.

"Itu transkrip karangan yang tidak bermutu. Lebih rendah kelasnya daripada surat palsu," ujarnya.

Lebih jauh, Hasto menekankan sebenarnya akan afdol apabila menyebutkan Faizal Assegaf sekalian menunjukkan nomor telepon dari pihak-pihak yang dituduhkan melakukan percakapan tersebut.

"Lebih heran lagi, transkrip jadi-jadian tersebut mendapat komentar luas dari para pendukung Prabowo-Hatta seperti Ramadhan Pohan, Kivlan Zein, dan sejumlah pengamat yang diidentifikasi biasa 'membela-bela' Prabowo. Padahal KPK dan Kejaksaan Agung dengan tegas telah membantah kebenaran transkrip itu," tegasnya.

"Kalau kubu Prabowo sudah panik, jangan tungganggi isu-isu kelas bawang sebagaimana disampaikan Faizal Assegaf tersebut. Lihat dulu track record dia" ungkapnya.

Faizal Assegaf dikenal sebagai pengkritik keras ketika Jokowi mengumumkan rekening dana kampanye. Namun diam seribu bahasa ketika Prabowo-Hatta ikut-ikutan membuka rekening yang bisa menjadi ukuran transparan tidaknya pengelolaan dana kampanye pilpres.

"Jadi dia pasti berada di kubu seberang. Mudah ditebak bahwa serangan transkrip buatan itu bagian dari proyek menjatuhkan citra Jokowi," pungkasnya.

Diketahui akibat perbuatan Faizal Assegaf itu, Kejaksaan Agung dan KPK sedang mempertimbangkan untuk membuat laporan hukum ke Kepolisian.



(van/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini