Tentara Inggris Temui Ahok Belajar Cara Penanganan Banjir

Hari ke-612 Jokowi-Ahok

Tentara Inggris Temui Ahok Belajar Cara Penanganan Banjir

- detikNews
Kamis, 19 Jun 2014 10:59 WIB
Tentara Inggris Temui Ahok Belajar Cara Penanganan Banjir
Jakarta - Rombongan tentara Inggris dari Military Stabilisation Support Group (MSSG) menyambangi Balai Kota DKI. Mereka bertemu dengan Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan juga TNI AD. Ahok menyebut rombongan tentara Inggris itu ingin belajar teknik menangani banjir dari pemrov DKI.

"Iya. (ingin belajar). Dia (tentara Inggris) mengakui bahwa di Jakarta ini ada kearifan lokal. Jadi saat banjir, masyarakat saling tolong menolong mengeluarin (korban banjir). Mungkin di sana gak seperti itu. Mungkin ya," kata Ahok kepada pewarta di Balai Kota, Jakpus, Kamis (19/6/2014).

Ahok menambahkan, dia juga sempat menunjukkan penanganan banjir yang dilakukan pemerintah dengan merelokasi penduduk di pinggiran kali ke rumah susun. Menurutnya, di ruang rapat itu, perwakilan tentara Inggris sempat tercengang.

"Saya tantang sama dia, di negara mana ada orang pindahin ke rumah susun, dikasih perlengkapan. Kaget mereka. Lalu kenapawarga Kampung Pulo itu bisa kebanjiran? Ya karena mereka tinggal di badan sungai, ya banjir dong," ungkapnya.

Dalam pertemuan sekitar satu jam itu, lanjut Ahok, tak ada dibicarakan soal bantuan atau kesepakatan yang ditandatangani dengan pemprov. "Kita menerima saja, courtesy call. Tadi hanya ngobrol masalahnya di mana. Mereka juga merasa senang, karena dulu persepsinya kan jelek terhadap Jakarta, sekarang begitu dia masuk ke dalam, dia bisa merasa Jakarta ini bagus banget," beber Ahok.

Sebelum, sekitar pukul 08.00 WIB tadi, Ahok menerima tiga orang personel tentara MSSG yang dipimpin Letnan Kolonel Huw Evans, serta beberapa staf Kedubes Inggris. Ada juga TNI AD, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Rudy Djan Pribadi dari Kodam Jaya.

Menurut Djan, tentara Inggris tersebut tertarik mempelajari teknik penanganan banjir yang dilakukan TNI karena Jakarta kerap kali mengalami banjir. "Fokusnya mereka tertarik pada penanganan banjir di Jakarta, khususnya yang ada di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Mereka telah bertemu dengan semua stakeholder," kata Djan kepada wartawan usai pertemuan.



(ros/ndr)


Berita Terkait