JK Minta Perempuan Muda NU Bantu Tangkal Kampanye Hitam

JK Minta Perempuan Muda NU Bantu Tangkal Kampanye Hitam

- detikNews
Kamis, 19 Jun 2014 10:50 WIB
JK Minta Perempuan Muda NU Bantu Tangkal Kampanye Hitam
Sidoarjo - Calon Wapres Jusuf Kalla meminta perempuan muda Nahdlatul Ulama (NU) membantu mengkampanyekan dirinya dan Joko Widodo di sisa waktu 20 hari jelang pemungutan suara Pilpres.

"Sisa 20 hari waktu yang baik untuk yang pertama menjelaskan kepada masyarakat, pengajian ibu-ibu tetangga bahwa 5 menit di TPS betul memilih, maka negara akan baik," ujar JK di komplek Ponpes Ahlushafa Wal-Wafa di Simoketawang Wonoayu, Sidoarjo, Jatim, Kamis (19/6/2014).

Di depan ratusan perempuan muda NU, JK menjelaskan alasan mengapa masyarakat harus memberi kepercayaan dengan memilih pasangan nomor urut 2. Kondisi bangsa yang lebih baik bisa diciptakan dengan tangan kepemimpinan yang baik, jujur dan amanah.

Menurutnya pemimpin harus memiliki kedekatan dengan rakyat. Dengan begitu, kebijakan yang diambil akan berpihak kepada masyarakat.

"Kedua dibutuhkan kejujuran, Alhamdulilah Jokowi dipilih 92 persen di Solo artinya pasti amanah sifat merakyat kita yakin hal itu dapat baik. Saya mendampingi Jokowi bukan apa-apa, tapi agar negeri ini bisa lebih baik," sambungnya.

Selain itu JK kembali menegaskan kampanye hitam kepada dirinya dan Joko Widodo adalah fitnah. Dia menepis isu penghapusan sertifikasi guru bila terpilih.

"Tidak mungkin meningkat ilmunya saja tanpa meningkat kesejahterannya. Isu Jokowi-JK menghapus sertifikasi guru sangat tidak benar karena itu membuat kemunduruan pendidikan," tuturnya.

Sementara itu Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU sekaligus Ketua Forum Perempuan Muda Nahdliyin, Ida Fauziah berharap agar kegiatan pemenangan Jokowi dimaksimalkan.

"Sahabat-sahabat semua masih punya waktu hingga 9 Juli. Artinya sahabat masih bertemu sahabat dan jamaah digunakan sebaik mungkin menyampaikan kepada ustazah. Kalau kita meyakini pasangan ini bisa membawa Indonesia lebih baik, tidak ada pilihan selain menjaga pilihan," ujar Ida Fauziah.

(fdn/ndr)


Berita Terkait