Naikkan Harga BBM, Ada Indikasi Pemerintah Mereduksi Peran DPR

Naikkan Harga BBM, Ada Indikasi Pemerintah Mereduksi Peran DPR

- detikNews
Kamis, 23 Des 2004 13:34 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Zaenal Maarif menilai ada indikasi pemerintah mereduksi peran DPR dengan menaikkan harga BBM pada masa reses. Padahal, sebelumnya DPR telah mengingatkan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM saat reses. "Sebelumnya ketua DPR sudah memberi warning kepada pemerintah agar jangan menaikkan harga BBM saat reses, tapi ternyata dinaikkan juga. Ini ada indikasi pemerintah mereduksi peran DPR," ujarnya ketika ditemui wartawan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/12/2004).Zaenal menambahkan, setelah masa reses berakhir, DPR akan mempertanyakan alasan kenaikan harga BBM itu. Sebenarnya, jika sebelumnya pemerintah telah menjelaskan soal kenaikan BBM kepada DPR, reaksi masyarakat tidak akan meletup seperti sekarang. "Rakyat sekarang diperlakukan seperti objek lagi. Padahal mereka baru memilih kita," katanya. Soal terpilihnya Agung Laksono sebagai wakil ketum Golkar dan berada di bawah Ketum Jusuf Kalla, menurut Zaenal, memunculkan kesan DPR berada di bawah pressure pemerintah. "Ini terkesan lebih tajam dari saat Orba. Waktu Orba sistemnya memang seperti itu. Tapi sekarang lebih tidak jelas karena sebenarnya kita ingin bergerak ke arah demokrasi. Ya kita lihat saja nanti di lapangan realitasnya," ungkap wakil ketua DPR FBR itu. (rif/)


Berita Terkait