"Untuk mengantisipasi agar musibah ini tidak terjadi lagi, pemerintah Malaysia atas permintaan Duta Besar RI telah menyetujui program khusus untuk pemulangan WNI/TKI dengan biaya murah," tulis siaran pers Kemlu kepada detikcom, Kamis (19/6/2014).
Kemlu memang tidak secara gamblang menyebutkan berapa biaya murah program tersebut. Program ini akan segera dioperasikan pada di akhir Juni 2014.
"Program pemulangan ini telah disepakati dan akan dibuka pada 24 Juni 2014," ucapnya.
Dubes RI untuk Malaysia, Herman Prayitno mengimbau agar WNI dan TKI mengikuti program ini. Diperkirakan volume pulangnya WNI dari Malaysia ke tanah air akan meningkat pada bulan Ramadan ini.
"Agar para masyarakat dapat mengikuti program pemulang Kementerian," ucapnya.
Kapal imigran WNI tersebut karam pada Selasa malam (17/6/2014). Hingga Rabu (18/6) malam, sebanyak 61 dari perkiraan total 97 penumpang sudah ditemukan. Lima di antaranya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
(rvk/rna)










































