"Yang pertama itu tidak mungkin (ada pembicaraan Mega-Basrief soal kasus TransJ) karena Bu Mega yang saya tahu tidak mengurus itu dan tidak juga punya hubungan khusus dengan Jaksa Agung," kata JK, di Hotel Pullman, Jl Basuki Rahmat, Surabaya, Rabu (18/6/2014) malam.
Jusuf Kalla mempertanyakan asal muasal transkrip yang diklaim membicarakan terkait 'pengamanan' posisi Joko WIdodo sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam proses penyidikan perkara bus TransJ.
"Darimana transkrip bisa diperoleh kalau rekaman pembicaraan telepon atau saling mengunjungi pada orang yang merekamnya? Kalau yang merekam ditelepon siapa? Tentu aparat karena tidak mungkin ada orang yang tahu selain aparat. Saya yakin tak mungkin juga," ujarnya.
Wapres periode 2004-2009 ini memastikan Basrief Arief tidak memiliki hubungan politik dengan Parpol sebab Basrief merintis posisinya sebagai jaksa karir.
"Dia jaksa karir yang diangkat Pak SBY dan orangnya baik, dia nggak akan terpengaruh. Zaman saya di pemerintahan, dia jaksa agung muda, dia sangat baik tidak akan terpengaruh faktor-faktor seperti itu," sambungnya.
Karena itu JK melalui tim advokasinya, mempertimbangkan langkah hukum terhadap tudingan pembicaraan Mega-Basrief. "Harus diusut siapa yang membuat fitnah itu," tegasnya.
(fdn/rvk)











































