FPI Siap Buka Kembali Pintu Makam Keramat Tanjung Priok

FPI Siap Buka Kembali Pintu Makam Keramat Tanjung Priok

- detikNews
Kamis, 23 Des 2004 11:51 WIB
Jakarta - Sekitar 100 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang bersenjatakan pentungan besi dan kayu yang dililit kawat berduri saat ini tengah menyiapkan diri membuka pintu pagar makam keramat di Koja, Tanjung Priok.Pintu makam yang ditutup dengan cara dilas saat ini dijaga sekitar 50 keamanan dari pelabuhan."Kami dengan terpaksa mulai hari Kamis 23-24 Desember 2004 bersama-sama warga sekitar dan simpatisan yang peduli dengan keberadaan makam akan melakukan aksi moral berupa bersih-bersih dan membuka kembali jalan menuju makam," salah satu ahli waris makam keramat Habib Muhammad Al Haddad dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis, (24/12/2004).Sementara itu, di lokasi makam keramat, Ketua DPP Front Pembela Islam Habib Hasan Al Jufri menegaskan, kehadiran FPI di makam keramat Koja, Tanjung Priok, atas dasar kuasa yang diberikan ahli waris Muchamad bin Ahmad Zein al Haddad untuk menjaga situs sejarah tersebut.Sebelumnya sejumlah preman dari Pelindo dan Jakarta International Container Terminal (JICT) menutup dengan mengelas pagar makam keramat tersebut, sehingga seolah-olah makam tersebut sudah dipindahkan. Padahal di dalamnya ada beberapa orang yang sedang berziarah, sehingga selama enam hari mereka terisolasi tidak mendapat pasokan makanan dan air."Kami atas dasar kemanusiaan melihat kejadian ini menjadi tergerak, lalu kami menjebol pagar itu agar dapat memasok bahan makanan kepada mereka," kata Habib Hasan sambil menambahkan kehadiran FPI di makan keramat tersebut sudah sejak Senin, (20/12/2004), lalu. "Menurut pengakuan Pelindo mereka sudah membayar uang ganti rugi kepada ahli warisnya, tetapi dari ahli warisnya disebutkan belum menerima sepeser pun uang dari Pelindo. Dan, pihak Pelindo tanpa sepengetahuan ahli waris mengklaim lahan tersebut milik mereka," ujarnya.FPI sendiri bertekad terus menjaga kompleks makam keramat tersebut untuk mengembalikan lahan seluas 5,4 hektar tersebut kepada ahli warisnya yang sejak zaman Belanda sudah memiliki semacam sertifikat tanah.Diceritakan Habib Hasan, konon sebelumnya lahan tersebut juga pernah menjadi tempat pemakaman umum yang mencapai 28.000 makam. Makam tersebut lalu dipindahkan ke pemakaman umum di Semper oleh pihak Pelindo. Namun kompleks makam keramat yang berisi tujuh makam dari keluarga Al Habib Hasan sama sekali belum dipindahkan."Jadi ini hanya isu saja kalau dikatakan makam keramat sudah dipindahkan," katanya. (umi/)


Berita Terkait