Jokowi memulai sambutannya dengan menyebut dirinya sudah terbiasa dengan kehidupan keraton sejak di Solo. Menurutnya keraton adalah salah satu identitas bangsa Indonesia.
"Setiap kota dan negara harus memiliki jati diri, perlu karakter dan apa itu kebudayaan kita, itu adalah amanat untuk kita. Kita harus memberikan perhatian yang besar sehingga jati diri kita tidak hilang. Di dunia ini yang punya keraton yang banyak di Indonesia. Kita punya 148 Keraton. Negara yang lain punya 1 atau 2. Ini kekayaan kita yang harus dipelihara," kata Jokowi di depan Sultan Cirebon, Pangeran Arief Natadiningrat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jabar, Rabu (18/6/2014).
Ia menyatakan setuju dan akan mewujudkan permintaan Sultan Cirebon mengenai peningkatan ilmu kebudayaan serta perbaikan infrastruktur pelabuhan di Cirebon bila ia menjadi presiden.
Terkait 9 Juli nanti, Jokowi meminta para warga tak golput. Karena sudah di luar jam kampanye, ia mengisyaratkan bila dari tadi Sultan sudah mengacungkan jarinya membentuk huruf V. Hal ini dinilainya sebagai kode Sultan untuk warganya agar memilih nomor urut 2 yang menjadi nomor urutnya dengan Jusuf Kalla.
"Pak sultan sudah begini-begini situ kodenya sudah diberikan. Masa warga Cirebon nggak ngerti kode. Ngerti nggak?," kata Jokowi sambil mengancungkan huruf V dengan jarinya.
"Pilih nomor 2," teriak warga.
"Saya nggak nyuruh loh, hehehe," kata Jokowi yang disambut sorak warga.
(bil/rvk)











































