"Ada dua dana BOS untuk pembiayaan buku kurikulum baru ini, yaitu dana BOS reguler dari sekolah dan dana BOS bantuan sosial yang ada di provinsi," kata Sesditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Thamrin Kasman.
Hal itu disampaikan Thamrin di Acara Pelepasan Pengiriman Perdana Buku Kurikulum 2013 di Gudang PT Intermasa, Komplek Gudang KIMU Blok B3, Jalan Akses Pintu Tol Cibitung, Jawa Barat, Rabu (18/6/2014).
Thamrin menegaskan mengenai pembayaran, pihak sekolah harus melunasi biaya buku Kurikulum tersebut. Apabila pihak sekolah tidak membayar, maka dana BOS nantinya akan diblokir.
"Haram hukumnya jika menerima buku terus tidak membayar," jelas Thamrin.
Ada 3 cara alternatif pembayaran yang bisa digunakan sekolah memakai dana BOS yakni:
1. Tunai, dibayarkan langsung saat buku tiba di sekolah
2. Pos, dititipkan melalui PT Pos saat pemesanan buku
3. Transfer, ditransfer ke pihak penyedia/penerbit
Presdir Pimpinan Kemitraan dari Konsorsium PT Intermasa Ahmad Mughira Nurani mengatakan bahwa pengiriman buku Kurikulum 2013 akan diutamakan pada sekolah-sekolah yang sudah menyelesaikan pembayaran pembelian buku lebih dulu.
Konsorsium PT Intermasa ini terdiri dari beberapa perusahaan percetakan buku dan perusahaan logistik yakni Ghalia Indonesia Printing, Golden Web, Malta Offset and Digital Printing, Nusa Agung, Dian Rakyat, Rosda, CV Thursina, Pos Logistics, Pos Indonesia, dan Sinar Baru Algensindo.
Acara seremonial syukuran Pelepasan Pengiriman Perdana Buku Kurikulum 2013 dimulai pukul 15.11 wib di Gudang PT Intermasa dipimpin oleh Manajer Proyek PT Intermasa Imron Rosadi. Selain Sesditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Thamrin Kasman hadir pula Dirut PT Pos Indonesia Budi Setyawan.
"Semoga pengiriman ini dapat sampai ke sekolah-sekolah tepat waktu tanpa ada yang cacat dan kurang sedikit pun," kata Budi Setyawan, Dirut PT Pos Indonesia, dalam sambutannya.
Buku Kurikulum 2013 yang gratis sebelumnya ditegaskan oleh Mendikbud M Nuh. Nuh memaparkan ada tambahan alokasi anggaran BOS untuk buku menjadi Rp 2,1 triliun. Dibandingkan dengan buku di pasaran, buku Kurikulum 2013 dijamin dengan tampilan luks.
"Saya buktikan dan saya jamin buku kurikulum baru buku yang diterbitkan, paling tipis 112 halaman, ada 8 tema kelas 1 SD. Ada 4 warna, kertas putih. Harganya kisaran atau rata-rata Rp 8.000, itu sudah sampai di sekolah. Untuk Matematika sebanyak 400 halaman, paling mahal harganya Rp 18 ribu, di luar bisa Rp 70 ribu. Ini kita umumkan terbuka, supaya publik tahu buku itu gratis," ucapnya.
Harga tersebut sudah ditanggung BOS sehingga sampai ke tangan siswa gratis.
"Sepeser pun tidak ada pungutan. Buku dikirim ke sekolah langsung. Dari survey dan pengamatan, BOS yg dipakai sekitar 5-10 persen. Dari situlah, kenapa kita berikan buku 'on top' dari bos itu sepuluh persenan. Dari anggaran itu, untuk buku sekitar Rp 2,1 triliun," ujar Nuh.
Jika ditemukan pungli oleh pihak sekolah terkait buku Kurikulum 2013 ini, Nuh akan memberikan sanksi tegas. "Maunya diapain? Ya diberi sanksi tegas," kata M Nuh di Pulau Mansuar, Raja Ampat, Papua Barat, Senin (12/5/2014).
(nwk/nrl)











































