"Nova, setiap tindakan dan sikap selalu ada risiko, hanya pemimpin yang mau menanggung risiko bisa menjadi pemimpin yang baik, salam dua jari, JK," demikian pesan singkat dari JK yang dipampang lewat twitter @saya_noriyu, Rabu (18/6/2014).
Memang santer beredar dicopotnya Nova Riyanti Yusuf dari pimpinan Komisi IX terkait urusan politis. Apalagi Noriyu tak hadir deklarasi dukungan FPD ke Prabowo-Hatta beberapa waktu lalu.
Namun Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR, Nurhayati Ali Assegaf, menegaskan pencopotan Noriyu tak terkait dengan Pilpres 2014. "Siapa yang bilang. Tidak ada motif politik," kata Nurhayati saat dihubungi, Rabu (18/6/2014).
Noriyu sendiri sepertinya keberatan dengan pencopotannya itu. Sebab dia tengah memperjuangkan dua RUU yang hampir selesai.
"Saya ingat pesan @dr_tjiptaning kalau masuk politik, siap dibunuh, diburu, dibui. Saya sudah dibunuh oleh Partai Demokrat untuk menyelesaikan 2 RUU," kicau Noriyu dalam akun twitternya @saya_noriyu.
Noriyu merasa kecewa karena usahanya untuk merampungkan RUU Keperawatan dan RUU Kesehatan Jiwa seolah tak dihargai. Dia pun meminta maaf kepada rekan-rekannya sesama dokter.
"Oleh karena itu, saya memohon maaf kepada perawat, PPNI, ODGJ (Orang denga Gangguan Jiwa), ODMK (Orang dengan Masalah Kejiwaan) dan lain-lain, saya 'dimundurkan' oleh Demokrat," ujar Noriyu.
"Saat #ruukeperawatan #ruukesehatanjiwa saya tancap gas hampir selesai,Demokrat menghargai upaya saya dgn ini.Thanx!," imbuh perempuan berusia 36 tahun ini.
(van/trq)











































