"Sunan Gunung Jati titip moral dan akhlak negara yang berarti sumber daya manusia yakni SDM yang berakhlak bermoral. Karena itu harus membangun moral bangsanya dulu baru lain-lainnya. Sesuai dengan program capres siapa?," kata Arief dalam sambutannya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (18/6/2014).
"Jokowi. Revolusi mental," teriak warga sambil bertepuk tangan.
"Jadi sesuai dengan Sunan Gunung Jati," kata Sultan.
Dalam pertemuan tersebut hadir pengusaha kosmetik Mooryati Sudibyo dan seorang pengusaha rotan yang juga anggota tim pemenangan Jokowi. Sebelum ke acara silaturahmi, Jokowi sempat mengunjungi bangsal kesultanan yang menjadi tempat tinggal sultan Cirebon. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak langsung dikerumumi warga.
Suasana di aula terbuka keraton menjadi panas karena kerumunan masyarakat. Mereka berkumpul untuk melihat sosok Jokowi yang datang dan bertemu langsung dengannya. Jokowi disambut dengan tarian topeng khas Cirebon
Sultan menyebut kedatangan Jokowi ke Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bentuk penghargaan Jokowi pada sejarah dan budaya Indonesia. Menurutnya selama ini pemerintah pusat kurang memberikan perhatian pada kebudayaan yang ada di Indonesia.
Saat sambutannya, Sultan meminta Jokowi lebih memperhatikan pembangunan pelabuhan yang ada di Cirebon. Menurutnya, sangat banyak kapal pesiar yang singgah di Cirebon untuk wisata kebudayaan. Hal ini karena karena hanya Keraton Cirebon yang berada di pinggir Laut
Ia menyebut Keraton haruslah netral dari politik. Namun, ia meminta agar seluruh keluarga dan abdi dalam keraton tidak golput.
"Keraton tidak boleh jadi parpol, ormas, netral pada politik praktis, harus melindungi masyarakat. Tapi saya sarankan abdi dalam untuk tidak golput, harus memilih capresnya," ujar Sultan.
"Nomor 2," sorak warga Cirebon sambil mengancungkan jari membentuk huruf V.
(bil/mpr)











































