"Mbak Puan memimpin BP (Badan Pemenangan) Presiden dan beberapa hari terakhir keliling di Indonesia Timur kemudian pada putaran akhir fokus di daerah basis. Kebijakan-kebijakan strategis untuk kemenangan Jokowi juga sering dibahas bersama dengan Mbak Puan. Jadi tuduhan tersebut sama sekali tidak benar," kata jubir Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, dalam siaran pers, Rabu (18/6/2014).
Hasto juga memaparkan, dari hasil survei yang dilakukan, dukungan internal PDIP terhadap Jokowi-JK berkisar antara 79% hingga 84%. Suatu dukungan terbesar dibandingkan dukungan Gerindra terhadap Prabowo sendiri.
"Lebih-lebih setelah Ibu Megawati menggembleng kader-kadernya di Sumut, Jabar, Jatim, Jateng, dan daerah basis lainnya. Dipastikan dukungan tersebut menjadi pergerakan partai bersama relawan untuk mengamankan teritorial dengan gerakan door to door," ujarnya.
Isu yang digulirkan itu sebagai bentuk serangan yang digulirkan kubu seberang karena moncernya penampilan Jokowi di debat capres putaran dua Minggu lalu. "Lebih-lebih ketika elektabilitas Jokowi-JK sudah mencapai 52,5%. Maka jurus yang dimainkan kaum sana pun tunggal, yakni bagaimana menurunkan elektabilitas Jokowi. Setelah proyek Obor Rakyat mendapatkan tentangan yang masif, kini beredar spanduk gelap di DKI, dan terakhir adalah memecah belah internal pendukung Jokowi," terangnya
"Lebih baik mereka menggunakan cara-cara yang kreatif seperti Salam Dua Jari yang kini telah menjadi simbol jalan perubahan untuk Indonesia lebih baik bersama Jokowi," imbuh Hasto.
(van/try)











































