Ditemui di rumahnya di Jalan Kelapa Gading, Perumahan Klodran, Dencis, demikian dia akrab dipanggil, memaparkan bahwa Selasa malam itu dia keluar rumah menggunakan mobil Pajero hitam miliknya untuk menjemput anaknya dari kegiatan di sekolah.
Sesampai di Jalan Adi Sumarmo Denny menyadari ada dua orang menaiki motor Honda Beat berboncengan mengikutinya. Salah satu dari mereka lalu melepaskan tembakan ke arah mobilnya mengenai kaca samping dan kemudian diulangi tembakan dari arah depan namun mengenai wiper mobil.
"Saya kaget lalu berupaya memacu mobil. Ternyata motor itu terus mengikuti dan mengejar mobil saya. Ketika motor itu berada di belakang mobil saya, mobil saya rem mendadak sehingga motor itu terjatuh. Pelaku lalu berusaha lari dan bahkan menembak warga yang hendak menangkapnya," ujar Dencis, Rabu (18/6/2014).
Dencis sendiri mengaku tidak bisa menduga-duga siapa pelaku penembakan itu. Pasalnya, Dencis merasa sedang tidak ada permasalahan atau perselisihan dengan seseorang maupun kelompok atau organisasi manapun.
"Saya juga tidak tahu motif dari penembakan itu. Saya juga tidak ada persoalan bisnis dengan siapapun. Saya juga tidak bisa menghubungkan dengan motif politik. Namun saya berharap Solo tetap kondusif, apalagi ini sudah sangat dekat dengan Pilpres," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penembakan itu terjadi di Jalan Adi Sumarmo Solo, Selasa malam. Dencis yang telah dikuntit lalu mobilnya ditembak hingga dua kali. Dencis berusaha menghentikan motor dengan cara menghalangi laju motor. Motor pelaku terjatuh, lalu Denny meneriakinya sebagai maling.
Tak jauh dari lokasi itu Juli Siswanto berjualan kebab. Mendengar teriakan Denny, Juli menghambat para pelaku yang berusaha lari. Karena merasa dihalangi, pelaku kemudian menembak Juli hingga mengenai lengan kanannya. Juli kemudian dilarikan ke RS Brayat Minulya namun kemudian diperbolehkan pulang.
(mbr/try)











































