Ini Upaya Untuk Selamatkan Hidup Macan Tutul yang Terluka di Cilacap

Ini Upaya Untuk Selamatkan Hidup Macan Tutul yang Terluka di Cilacap

- detikNews
Rabu, 18 Jun 2014 11:59 WIB
Ini Upaya Untuk Selamatkan Hidup Macan Tutul yang Terluka di Cilacap
Foto: Sarjono/warga Cilacap
Cilacap - Luka pada macan tutul (Panthera pardus melas) yang terjebak di kandang ayam milik warga Desa Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap, Jawa Tengah, diduga akibat tergores besi saat macan tutul tersebut hendak menerobos kandang ayam.

"Kami akan mendatangkan tenaga ahli dari Taman Safari Bogor untuk melakukan penyelamatan terhadap macan tutul tersebut. Saya tidak mau lagi kayak yang dulu, yang dibawa ke TRMS (Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas) Banjarnegara," kata Kepala BKSDA Jateng S.Y. Chrystanto saat dihubungi wartawan, Rabu (18/6/2014).

Menurut dia, pihaknya akan segera melakukan langkah penyelamatan terhadap macan tutul yang telah dievakuasi petugas BKSDA, agar kejadian seperti macan tutul yang terjebak perangkap babi hutan yang dipasang warga Desa Kuta Agung pada bulan September 2013 lalu tidak kembali terjadi, dimana setelah macan tersebut setelah mendapat perawatan selama beberapa hari di TRMS Banjarnegara akhirnya mati karena infeksi pada bekas lukanya.

"Macan tutul yang mati akibat lukanya lebih parah, ada 100 jahitan. Setelah ditangani TRMS, akhirnya tidak terselamatkan," jelas dia yang nantinya akan membawa macan tutul tersebut ke Taman Safari IV yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jateng.

Dia menjelaskan, masuknya macan tutul ke pemukiman warga diduga tengah mencari wilayah kekuasaan baru karena kalah dengan macan lain yang lebih senior yang berada di dalam hutan. Hal tersebut dilihat dari ukuran satwa tersebut masih remaja, jantan, dan tubuhnya gemuk. Tapi jika kondisinya kurus kering, bisa dipastikan bahwa macan tutul tersebut kekurangan makan.

"Kami akan menganalisis penyebab macan tutul itu keluar dari hutan," jelas dia yang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perburuan terhadap satwa di hutan karena hal itu dapat berdampak terhadap ketersediaan makanan bagi macan tutul.

Saat ini, populasi macan tutul di Jawa Tengah bagian selatan termasuk Pulau Nusakambangan masih banyak. Dari pantauan kamera trap yang dipasang di Pulau Nusakambangan masih terdapat sekitar 18 ekor macan tutul yang hidup di luar kawasan hutan cagar alam.

Dia juga mengimbau agar perusahaan di pulau Nusakambangan memerhatikan lingkungan sekitar demi kelangsungan hidup macan tutul di pulau tersebut.

"Kalau yang di Dayeuhluhur belum terpantau karena yang mengurus masalah macan tutul baru terbentuk. Saya berharap Cilacap dimasukkan dalam rencana aksi penyelamatan macan tutul," ujarnya.

Menurut dia, macan tutul yang terjebak di Dayeuhluhur itu hidup di kawasan hutan milik Perhutani yang berbatasan dengan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pihaknya akan menyurati Perhutani agar berhati-hati dalam melakukan penebangan.

(arb/mad)


Berita Terkait