"Harus selesai sebelum tanggal 9 Juli. Ini merugikan Jokowi, yang diuntungkan lawan Jokowi," ujar JK usai bertemu KH Zubair Muntasor di Bangkalan, Rabu (18/6/2014).
JK meminta Polri mengungkap dalang di balik penerbitan Obor Rakyat. Dia meyakini ada donatur Obor Rakyat untuk menyudutkan pasangan nomor urut 2 ini.
"Penerbitan sebesar itu dana besar, tentu bukan wartawan tapi pasti ada yang sponsori. Bukan kami, sebaliknya lawan kami, itu yang berkepentingan, itu yang bayar," sambungnya.
Menurutnya tulisan yang dimuat Obor Rakyat akan menguntungkan pasangan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. "Berita itu ingin merusak kami menguntungkan orang sebelah," ujarnya.
Tim advokat Jokowi-JK yakni Alexander Lay, Taufik Basari dan Teguh Samudra melaporkan dugaan pidana yang dilakukan awak redaksi Obor Rakyat ke Bareskrim Polri pada 16 Juni.
Kapolri Jenderal (Pol) Sutarman memastikan akan mengusut semua pihak yang terlibat dalam pembuatan Obor Rakyat termasuk para penyandang dana. "Siapa yang terlibat di dalamnya akan kita selidiki. Tapi dasarnya alat bukti dan pemeriksaan saksi," kata Sutarman (17/6).
(fdn/mpr)











































