Para pendukung Prabowo-Hatta menganggap video itu tidak substansial untuk dibahas. Sementara itu, kubu Jokowi-JK menilai video itu memperlihatkan sisi lain dari Prabowo yang selama ini tidak ditampilkan di depan publik.
Salah satu yang mencuplik video itu di Youtube adalah channel 'Jokowi'. Dalam video berdurasi sekitar 57 detik ini tampak jelas situasi saat kedua capres baru memasuki ruang persiapan debat capres yang tidak bisa diakses sembarang orang, di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Jokowi yang datang duluan langsung menyalami Ketua KPU Husni Kamil Manik dan komisioner lainnya. Tak lama kemudian Prabowo datang, Jokowi pun menyalami Prabowo dan bergestur seperti menawarkan cipika-cipiki dengan mencondongkan tubuhnya, namun Prabowo tidak merespons. Prabowo hanya melayani salaman Jokowi, lalu berpindah menyalami komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Jusuf Kalla, dan lainnya.
Situasi ini berbeda saat Prabowo dan Jokowi diundang ke atas panggung debat. Prabowo langsung menyalami Jokowi dan cipika-cipiki. Bahkan saat Prabowo sepakat dengan ide Jokowi tentang ekonomi kreatif, Prabowo datang menyalami Jokowi dan lagi-lagi cipika-cipiki.
Jokowi sendiri mengaku tersinggung karena 'ditolak' oleh Prabowo. Lalu, bagaimana tanggapan kedua kubu? Ini catatan detikcom pada Rabu (16/6/2014) tentang reaksi dari pendukung Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.
|
|
1. Tim Jokowi-JK: Depan dan Belakang Prabowo Berbeda
|
|
"Beredarnya video penolakan ajakan bersahabat Jokowi untuk cipika-cipiki dengan Prabowo menunjukkan bahwa "halaman depan dan belakang" Prabowo memang berbeda. Tampilan di panggung yang disaksikan jutaan rakyat adalah tampilan tebar pesona, kelihatan tegas, dan itu semua berasal dari bisikan konsultan politiknya," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, dalam siaran pers, Selasa (17/6/2014).
Hal ini, menurut Hasto, juga terjadi pada saat deklarasi damai dan pertunjukan awal debat capres 15 Juni yang menunjukkan Prabowo seolah proaktif mendekat ke Jokowi. "Namun tampilan hati nurani Prabowo tetaplah tampilan panglima perang yang menganggap Jokowi sebagai rival, bahkan musuh yang harus dikalahkan. Genderang perang ini secara dini telah ditabuh oleh Amien Rais yang menganalogikan perang badar," kata Hasto mengingatkan statemen Amien Rais bulan lalu.
Sebaliknya, masih menurut Hasto, tampilan kesederhanaan dan merakyat Jokowi tetap menempatkan Prabowo sebagai calon presiden yang harus dihormati. Jokowi pun tetap tersenyum ketika Prabowo menolak cipika-cipiki yang juga ditayangkan secara live tersebut.
"Apa yang terjadi dengan penolakan Prabowo tersebut kembali menjadi bukti, bahwa "invisible hand" telah bekerja, dan itu merupakan campur tangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan Jokowi sebagai manusia berkarakter, yang meniti keberhasilan dari bawah, dan membawa karakter kepemimpinan Indonesia yang selalu mengedepankan musyawarah," pungkasnya.
1. Tim Jokowi-JK: Depan dan Belakang Prabowo Berbeda
|
|
"Beredarnya video penolakan ajakan bersahabat Jokowi untuk cipika-cipiki dengan Prabowo menunjukkan bahwa "halaman depan dan belakang" Prabowo memang berbeda. Tampilan di panggung yang disaksikan jutaan rakyat adalah tampilan tebar pesona, kelihatan tegas, dan itu semua berasal dari bisikan konsultan politiknya," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, dalam siaran pers, Selasa (17/6/2014).
Hal ini, menurut Hasto, juga terjadi pada saat deklarasi damai dan pertunjukan awal debat capres 15 Juni yang menunjukkan Prabowo seolah proaktif mendekat ke Jokowi. "Namun tampilan hati nurani Prabowo tetaplah tampilan panglima perang yang menganggap Jokowi sebagai rival, bahkan musuh yang harus dikalahkan. Genderang perang ini secara dini telah ditabuh oleh Amien Rais yang menganalogikan perang badar," kata Hasto mengingatkan statemen Amien Rais bulan lalu.
Sebaliknya, masih menurut Hasto, tampilan kesederhanaan dan merakyat Jokowi tetap menempatkan Prabowo sebagai calon presiden yang harus dihormati. Jokowi pun tetap tersenyum ketika Prabowo menolak cipika-cipiki yang juga ditayangkan secara live tersebut.
"Apa yang terjadi dengan penolakan Prabowo tersebut kembali menjadi bukti, bahwa "invisible hand" telah bekerja, dan itu merupakan campur tangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan Jokowi sebagai manusia berkarakter, yang meniti keberhasilan dari bawah, dan membawa karakter kepemimpinan Indonesia yang selalu mengedepankan musyawarah," pungkasnya.
2. Fadli Zon: Itu Dibuat-buat Tim Jokowi-JK
|
|
"Itu dibuat-buat timses mereka, supaya membuat pencitraan yang mereka-mereka inginkan," kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon saat dihubungi, Selasa (17/6/2014).
Menurutnya, cara-cara menjatuhkan citra rival lewat video seperti itu merupakan langkah yang tak penting. Video itu tak selayaknya ditanggapi berlebihan.
"Mestinya lebih bagus (mengkritisi) kepada substansi," kata Fadli.
Fadli yang menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini menegaskan bahwa kesopanan Prabowo tidak perlu diragukan.
"Masalah kesopanan, Pak Prabowo sudah teruji kan. Ketika dalam memilih nomor urut Pilpres dan pidato, beliau menghormati Megawati dan Jokowi. Itu genuine, tidak dibuat-buat, tidak diskenariokan, dan bukan teater," ujarnya
2. Fadli Zon: Itu Dibuat-buat Tim Jokowi-JK
|
|
"Itu dibuat-buat timses mereka, supaya membuat pencitraan yang mereka-mereka inginkan," kata Waketum Partai Gerindra Fadli Zon saat dihubungi, Selasa (17/6/2014).
Menurutnya, cara-cara menjatuhkan citra rival lewat video seperti itu merupakan langkah yang tak penting. Video itu tak selayaknya ditanggapi berlebihan.
"Mestinya lebih bagus (mengkritisi) kepada substansi," kata Fadli.
Fadli yang menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta ini menegaskan bahwa kesopanan Prabowo tidak perlu diragukan.
"Masalah kesopanan, Pak Prabowo sudah teruji kan. Ketika dalam memilih nomor urut Pilpres dan pidato, beliau menghormati Megawati dan Jokowi. Itu genuine, tidak dibuat-buat, tidak diskenariokan, dan bukan teater," ujarnya
3. Mahfud MD: Itu Bentuk Komunikasi Gestur
|
|
"Ya nggak lah, nggak-nggak. Itu kan bentuk komunikasi gestur," kata Mahfud yang tak menjelaskan lebih lanjut soal penolakan itu. Hal itu disampaikan Mahfud di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (17/6/2014).
3. Mahfud MD: Itu Bentuk Komunikasi Gestur
|
|
"Ya nggak lah, nggak-nggak. Itu kan bentuk komunikasi gestur," kata Mahfud yang tak menjelaskan lebih lanjut soal penolakan itu. Hal itu disampaikan Mahfud di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (17/6/2014).
4. Jubir Jokowi-JK: Makin Terlihat yang Tulus dan Pura-pura
|
|
"Biar saja orang lain menilai. Makanya sudah terlampau lelah masyarakat ini menemui bentuk kepura-puraan. (Nantinya) akan semakin terlihat siapa yang tulus, siapa yang pura-pura," jelas Ferry sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Ferry usai menghadiri rilis survei Indo Barometer di Rarampa Resto, Jl Mahakam I No 1, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Sementara itu Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Eggi Sudjana, berpendapat Prabowo sangat tulus terhadap Jokowi. Eggi yakin sikap bersahabat Prabowo tidak dibuat-buat.
"Saya lebih senang pakai istilah gimmick tadi, show aja. Jadi tidak pencitraan karena spontan. Tidak dibuat-buat. Misalnya dia setuju (dengan Jokowi saat debat)," tegas Eggi di tempat yang sama.
4. Jubir Jokowi-JK: Makin Terlihat yang Tulus dan Pura-pura
|
|
"Biar saja orang lain menilai. Makanya sudah terlampau lelah masyarakat ini menemui bentuk kepura-puraan. (Nantinya) akan semakin terlihat siapa yang tulus, siapa yang pura-pura," jelas Ferry sambil tersenyum.
Hal ini disampaikan Ferry usai menghadiri rilis survei Indo Barometer di Rarampa Resto, Jl Mahakam I No 1, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Sementara itu Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Eggi Sudjana, berpendapat Prabowo sangat tulus terhadap Jokowi. Eggi yakin sikap bersahabat Prabowo tidak dibuat-buat.
"Saya lebih senang pakai istilah gimmick tadi, show aja. Jadi tidak pencitraan karena spontan. Tidak dibuat-buat. Misalnya dia setuju (dengan Jokowi saat debat)," tegas Eggi di tempat yang sama.
5. Anis Matta: Gaya Orang Berbeda-beda
|
|
"Saya nggak bisa menilai sejauh itu ya karena gaya orang kan beda-beda," ujar Anis di Bandara Halim Perdanakusumah, Selasa (17/6/2014).
Merujuk pada sikap yang Prabowo tunjukkan saat debat, Anis menilai mantan Danjen Kopassus itu sebagai ksatria. Prabowo tidak memaksakan diri untuk berbeda pendapat dengan Jokowi.
"Saya kira Prabowo menampilkan sikap sangat terbuka dan ksatria kemarin ya," ucap Anis.
5. Anis Matta: Gaya Orang Berbeda-beda
|
|
"Saya nggak bisa menilai sejauh itu ya karena gaya orang kan beda-beda," ujar Anis di Bandara Halim Perdanakusumah, Selasa (17/6/2014).
Merujuk pada sikap yang Prabowo tunjukkan saat debat, Anis menilai mantan Danjen Kopassus itu sebagai ksatria. Prabowo tidak memaksakan diri untuk berbeda pendapat dengan Jokowi.
"Saya kira Prabowo menampilkan sikap sangat terbuka dan ksatria kemarin ya," ucap Anis.
6. Fahri Hamzah: Jokowi Nggak Cipika Cipiki Prabowo, Dia Nyeruduk
|
|
"Jokowi kan nggak cipika cipiki dia, dia nyeruduk," terang Fahri dengan tawa dan menirukan gaya Jokowi.
Fahri mengungkapkan pendapatnya itu di Halim Perdanakusumah, Selasa (17/6/2014) malam.
Menurut Fahri yang sudah menonton video cipika cipiki itu, dia menepis kalau Prabowo bersikap tak bersahabat menolak sambutan hangat Jokowi.
"Nggak ah, nggak menolak. Aku sudah lihat videonya nggak menolak. Itu orang berdua sudah saling kenal. Ente jangan mendramatisir. Orang yang membawa Jokowi ke Jakarta prabowo kok," terang Fahri.
6. Fahri Hamzah: Jokowi Nggak Cipika Cipiki Prabowo, Dia Nyeruduk
|
|
"Jokowi kan nggak cipika cipiki dia, dia nyeruduk," terang Fahri dengan tawa dan menirukan gaya Jokowi.
Fahri mengungkapkan pendapatnya itu di Halim Perdanakusumah, Selasa (17/6/2014) malam.
Menurut Fahri yang sudah menonton video cipika cipiki itu, dia menepis kalau Prabowo bersikap tak bersahabat menolak sambutan hangat Jokowi.
"Nggak ah, nggak menolak. Aku sudah lihat videonya nggak menolak. Itu orang berdua sudah saling kenal. Ente jangan mendramatisir. Orang yang membawa Jokowi ke Jakarta prabowo kok," terang Fahri.
7. Jokowi Tersinggung
|
|
"Memang waktu itu ketemu di belakang panggung. Kelihatannya (ajakan cipika-cipiki) pas, tapi beliau nggak tahu juga kenapa," tutur Jokowi di sela-sela kampanyenya di Pamanukan, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).
Jokowi menuturkan, Prabowo tak menyambut pose cipika-cipikinya. Setelah insiden itu, tak ada interaksi lain dirinya dengan Prabowo.
"Nggak ngobrol sama sekali," tuturnya.
Namun saat di panggung, Jokowi dan Prabowo terlihat hangat cipika-cipiki. Apa penjelasan Jokowi soal peristiwa itu?
"Kalau didatangi, saya datangi lagi," ujar Jokowi.
Apakah Jokowi tersinggung dengan sikap Prabowo?
"Kalau mau cipika-cipiki tapi yang bersangkutan nggak (merespons-red), saya tanya kamu gimana?" tanya Jokowi balik saat ditanya soal perasaannya atas penolakan itu. Wawancara dilakukan di sela-sela kampanye Jokowi di Pamanukan, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).
"Kalau saya tersinggung. Kalau Bapak?" pancing wartawan.
"Kalau kamu punya perasaan, tersinggung," jawab Jokowi.
Jokowi membenarkan adanya video itu. Namun dia menolak dugaan video itu dibuat dan disebar oleh timsesnya.
"He he he.. Nggaklah, buat apa," ujarnya.
7. Jokowi Tersinggung
|
|
"Memang waktu itu ketemu di belakang panggung. Kelihatannya (ajakan cipika-cipiki) pas, tapi beliau nggak tahu juga kenapa," tutur Jokowi di sela-sela kampanyenya di Pamanukan, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).
Jokowi menuturkan, Prabowo tak menyambut pose cipika-cipikinya. Setelah insiden itu, tak ada interaksi lain dirinya dengan Prabowo.
"Nggak ngobrol sama sekali," tuturnya.
Namun saat di panggung, Jokowi dan Prabowo terlihat hangat cipika-cipiki. Apa penjelasan Jokowi soal peristiwa itu?
"Kalau didatangi, saya datangi lagi," ujar Jokowi.
Apakah Jokowi tersinggung dengan sikap Prabowo?
"Kalau mau cipika-cipiki tapi yang bersangkutan nggak (merespons-red), saya tanya kamu gimana?" tanya Jokowi balik saat ditanya soal perasaannya atas penolakan itu. Wawancara dilakukan di sela-sela kampanye Jokowi di Pamanukan, Jawa Barat, Selasa (17/6/2014).
"Kalau saya tersinggung. Kalau Bapak?" pancing wartawan.
"Kalau kamu punya perasaan, tersinggung," jawab Jokowi.
Jokowi membenarkan adanya video itu. Namun dia menolak dugaan video itu dibuat dan disebar oleh timsesnya.
"He he he.. Nggaklah, buat apa," ujarnya.
Halaman 2 dari 16










































