"Bangsa yang maju tentu membutuhkan pemimpin yang baik, jujur, amanah. Apabila diberi amanah, Insya Allah kami sekuat tenaga bekerja untuk mengabdi kepada seluruh masyarakat," kata JK di Yayasan Pendidikan dan Sosial Ponpes An- Nur, Jalan Raya Banyuwangi, Situbondo, Selasa (17/6/2014) malam.
JK kembali menyinggung fitnah yang beredar karena dirinya bersama Jokowi tidak memiliki dosa sosial. Dia menegaskan menjadi pemimpin Indonesia merupakan pengabdian.
"Ini bukan kepentingan pribadi, bukan kehormatan pribadi tapi kehormatan mengabdi kepada seluruh masyarakat," ujarnya.
Mantan Ketum PBNU Hasyim Muzadi yang ikut hadir menjelaskan latar belakangnya memilih pasangan nomor urut 2 ini. Menurutnya, kampanye hitam yang menyasar capres Jokowi, hanya fitnah.
Kampanye hitam itu terkait dengan isu Jokowi beragama Nasrani,capres boneka, keturunan Tionghoa dan agen asing. "Banyak isu yang menurut saya tidak benar tetapi saya harus cek, harus tabayun terlebih dulu," kata Muzadi.
Dia mengaku mengkonfirmasi isu negatif ini langsung ke pengurus NU Surakarta, tempat kelahiran Jokowi. "Alhamdulilah hasilnya beliau bukan orang kristen tapi jadi tidak ada kebenarannya. Ternyata dia keturunan Jawa asli tidak ada Tionghoa, yang ketiga apa yang dikatakan beliau agen asing tidak terbukti karena program dia menguntungkan rakyat Indonesia," papar dia.
Muzadi mengimbau agar nahdliyin memilih Jokowi-JK karena pasangan ini paling ideal dengan kombinasi nasionalis religius.
"Kita doakan Pak Jokowi-JK diberi keberhasilan memimpin Indonesia dengan aman, damai dan lebih makmur," katanya.
Dari An-Nur, JK melanjutkan kegiatannya dengan menghadiri Haul 100 tahun Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.
(fdn/kha)











































