"Jika melihat swing voter, kami yakin mereka menentukan pilihan ke kami. Hal ini kami lihat berdasarkan tren dukungan yang terus meningkat," kata Hatta usai kampanye di Batam, Selasa (17/6/2014).
Tentang elektabilitas Jokowi-JK yang merosot di DKI Jakarta, Hatta punya analisis sendiri. Mantan Menko Perekonomian ini melihat masyarakat perkotaan cenderung menentukan pilihan di saat-saat terakhir.
"Saya kira masyarakat perkotaan umumnya sudah pintar. Kebanyakan mengambil sikap di saat akhir," ucap suami Okke Rajasa ini.
Dalam survei terbaru yang diselenggarakan oleh Indo Barometer, elektabilitas Prabowo-Hatta masih tertinggal 13,5% dari Jokowi-JK. Pasangan nomor urut 1 ini pun harus berusaha keras bila ingin menyalip.
"Sampai dengan 28 Mei-4 Juni 2014, yakni saat pengumpulan data lapangan survei ini, Jokowi-JK masih di depan Prabowo-Hatta dengan angka Jokowi-JK 49,9% dan Prabowo-Hatta 36,5%. Selisih keduanya adalah 13,5%," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam rilis survei Indo Barometer di Rarampa Resto, Jl Mahakam I No 1, Jakarta, Selasa (17/6/2014).
Survei dilaksanakan pada tanggal 28 Mei β 4 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar Β± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).
(imk/kha)











































