"Nggak ada, saya cukup di politik. Saya hanya ingin memenangkan. Ketika 2004 berjuang dengan SBY, saya juga ditawari Pak SBY jabatan tapi saya tolak. Marzuki Alie bukan tipikal orang mengejar jabatan," ujar Marzuki usai kampanye bersama Hatta Rajasa di Batam, Selasa (17/6/2014).
Ketua DPR ini punya alasan tersendiri mengapa mendukung Prabowo-Hatta. Selain karena Jokowi tidak membuka diri, Prabowo-Hatta juga berjanji untuk melanjutkan program-program SBY.
"Jokowi tidak membuka diri, Prabowo menawarkan diri. Dia (Jokowi) tidak pernah apresasi, Prabowo apresiasi. Pak Prabowo juga berjanji menjalankan program dari SBY," ucap Marzuki.
Eks peserta konvensi PD ini menilai bahwa Hatta adalah orang yang setia. Dukungannya sekarang juga merupakan balas budi karena Hatta pernah menjadi bagian dari tim sukses SBY.
"Pak Hatta orang loyal, dia selalu commit. Beliau juga sudah 10 tahun menjabat sebagai menteri, dia sudah paham perekonomian. Saya sendiri melihat ketika 2013 Pak Hatta pernah menjadi ketua Timses SBY, saya seketaris. Dulu dia membantu, sekarang kita membantu balik, di sini kita mengunakan akal sehat," jelas Marzuki.
Ruhut selaku jubir PD menyatakan bahwa dukungan para anggota Fraksi Partai Demokrat di DPR untuk capres Prabowo Subianto bukan merupakan sikap resmi partai. Sikap itu dinilai hanyalah bentuk usaha dari para caleg incumbent untuk tetap 'eksis'.
"Itu inisiatif masing-masing kader mengajak temannya. Apalagi mereka-mereka sudah tidak terpilih lagi, siapa tahu kan mereka terpanggil jadi salah satu menteri, komisaris BUMN, atau Duta Besar," kata Ruhut saat dihubungi, Senin (16/6/2014).
Ruhut menyatakan, sebagian besar caleg DPR incumbent memang tak terpilih lagi. Maka mereka 'menjajal peruntungan' lewat aksi mendukung salah satu capres.
(imk/kha)










































