Puluhan PNS Keracunan Ikan Laut saat Ikuti Penyuluhan di Manado

Puluhan PNS Keracunan Ikan Laut saat Ikuti Penyuluhan di Manado

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2014 18:19 WIB
Puluhan PNS Keracunan Ikan Laut saat Ikuti Penyuluhan di Manado
Foto: Asrar Yusuf/detikcom
Manado - Puluhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengikuti penyuluhan Pelatihan Teknis Pengolahan Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang disediakan panitia.

Kegiatan penyuluhan yang diikuti sekitar 50 PNS dan kelompok tani yang ada di Kabupaten dan Kota se-Sulut di Gedung SPMA Kalasey Minahasa ini pun langsung bubar. Para korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Prof dr RD Kandou Malalayang untuk mendapatkan pertolongan.

Data yang diperoleh detikcom, sekitar 32 orang kini menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit terbesar di Sulut ini. 3 Orang harus dirawat terpisah dan 1 lainnya di ruang ICU karena kondisi mereka yang sangat lemah.

Salah seorang korban, Yoppi Tiwow mengatakan, awalnya mereka merasakan pusing disertai mual yang amat sangat, usai mengkonsumsi ikan laut yang disediakan panitia pada rehat makan siang, sekitar pukul 12.30 WITA.

"Waktu makan tidak apa-apa, reaksinya baru terasa sekitar 2-3 jam kemudian," ujar Yoppi kepada detikcom, Selasa (17/6/2014) petang.

Namun ketika melihat peserta penyuluhan lainnya juga ikut merasakan hal yang sama, anggota Kelompok Tani asal Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ini menduga mereka telah mengalami keracunan.

"Tidak semua peserta, hanya yang makan ikan mangael (pancingan) saja," lanjutnya.

Sementara itu, Humas RSUP Malalayang, Meike Dondokambey saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun dia belum bisa memastikan apa penyebab keracunan itu.

"Mereka semua kan masih dirawat, masih dalam tahap konservasi, apalagi masih ada korban lain yang baru masuk," kata Dondokambey.

Lanjutnya, selain mengambil bekas muntahan para korban, pihaknya sudah meminta panitia penyuluhan untuk mengamankan makanan yang disantap, untuk dijadikan sampel pada pemeriksaan di laboratorium.

"Nanti kita tunggu saja hasilnya kalau sudah keluar, pasti kita sampaikan," terang Dondokambey lagi.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads