"Ya, itu kan bisa macam-macam. Artinya Prabowo itu tidak mau bertanya menjebak. Cara yang murah seperti itu. Kalau seperti itu kan murah," ujar Mahfud di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Selasa (17/6/2014).
Mahfud mengatakan kontestan kalau bertanya dengan istilah singkatan harus jelas dan cerdas. Apalagi dalam forum resmi seperti debat capres yang dilihat dan didengar masyarakat. Menurut Mahfud, tidak semua orang bisa paham dengan istilah singkatan.
"Coba saya tanya singkatan SMP sama kamu, jawabannya kamu bilang sekolah menengah pertama. Orang lain belum tentu karena jawabnya bisa selesai makan pulang," kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Mahfud melanjutkan Prabowo tidak pernah berlebihan dalam mengeluarkan pertanyaan yang membingungkan masyarakat. Contohnya, saat makan siang sebelum pelaksanaan debat capres, tim sukses menginstruksikan adanya pertanyaan buat Jokowi terkait istilah ekonomi pembangunan.
"Pas makan siang sudah siapin buat Pak Prabowo yang tidak dipahami Jokowi. Kayak indept rasio dan lainnya. Tapi, Pak Prabowo enggak mau. Katanya itu kan rakyat gak ngerti. Ini kan untuk rakyat. Dia tidak ingin membuat pertanyaan yang orang tidak tahu. Itu jawabannya," ujar Mahfud membeberkan.
(hat/brn)











































