Usai dituntut hukuman seumur hidup, Senin (16/6), Akil menyerang Bambang Widjojanto, yang sebelumnya beprofesi sebagai pengacara dan pernah beracara di MK. Mantan politikus Golkar itu menuding Bambang dengan dua poin, yakni soal seleksi pimpinan KPK dan Pilkada Kota Waringin Barat. Bambang disebut meminta bantuan Akil saat seleksi dan melobi ketika sengketa Pilkada.
Mendapat serangan ini, Bambang pun bereaksi cukup keras. Dia tak pernah melakukan seperti yang disebut sang mantan ketua MK.
"Itu yang namanya koruptor ya seperti itu. Saya kan di pansel termasuk yang terbaik, di fit and proper test termasuk yang terbaik. Jadi kalau sudah yang terbaik apalagi pilihan-pilihan? Saya sudah bilang dari kemarin dia itu nggak benar," kata Bambang saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jaksel, Selasa (17/6/2014).
Bagi Bambang, tudingan Akil jelas mengada-ada dan merugikan dirinya. Namun dia menegaskan, akan tetap fokus pada proses hukum.
(dnu/mad)











































