"Kami mendapat peringatan El Nino akan datang Juni, Juli, Agutus, September, dan Oktober," ujar Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai 'Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Sedunia' di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Barat, Selasa (17/6/2014).
Menurut Zulkfli, bahaya El Nino dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan di wilayah yang rawan seperti Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Kalimantan. Untuk penanggulangan kebakarannya akan diserahkan kepada BNPB.
"Kita sudah melakukan pencegahan. Mencegah itu lebih baik daripada memadamkan setelah terbakar," kata Zulkifli Hasan.
Namun tempat yang paling diwaspadai oleh pemerintah adalah Riau karena luas hutannya yang besar dan ada oknum-oknum yang melakukan pembakaran liar. "Kita terus melakukan pencegahan, lewat sosialisasi pada masyarakat," ujarnya.
Zulkfli juga menyinggung soalnya mulai tingginya kesadaran perusahan-perusahan besar untuk melakukan penghijuan di sekitar lingkungannya. Akan tetapi, tambang-tambang ilegal terus menmbuat masalah yang berdampak pada lingkungan.
"Perusahaan punya kesadaran tinggi, jadi tidak sulit mengajak mereka," ucapnya.
Pada 13 Juni, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan akan munculnya El Nino lemah sekitar bulan Juli hingga Agustus.
Kepala BMKG Andi Eka Sakya mengatakan kemunculan El Nino pada tahun ini tidak akan seburuk pada tahun 1997. Saat di tahun 1997, El Nino menyerang Indonesia dari bulan Januari hingga bulan Oktober dan berpotensi kuat.
(fiq/nrl)










































