Ini 3 Senjata Pamungkas Ahok Mengejar Pelanggar Ketertiban

Ini 3 Senjata Pamungkas Ahok Mengejar Pelanggar Ketertiban

- detikNews
Selasa, 17 Jun 2014 10:20 WIB
Ini 3 Senjata Pamungkas Ahok Mengejar Pelanggar Ketertiban
Jakarta - Peraturan dibuat untuk ditaati, bukan dilanggar. Itulah tekad Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran peraturan. Ia siap mengejar pelanggar ketertiban di Ibukota dengan 3 senjata andalan ini:

Ahok kerap dibuat naik pitam oleh ulah-ulah oknum pelanggar aturan. Oknum pelanggar aturan itu juga melakukan berbagai cara perlawanan seperti yang terjadi di beberapa kasus, misalnya penertiban PKL di Monas dan penertiban pelaku mesum di taman. Tidak jarang oknum pelanggar aturan melawan dengan membawa senjata tajam.

Namun suami Veronika Tan ini pantang menyerah. Ia segera membekali anak buahnya dengan senjata andalan seperti, pistol listrik hingga motor trail demi menegakkan aturan.

Berikut 3 senjata pamungkas Ahok mengejar pelanggar ketertiban:

1. Pistol Listrik

Ahok mengusulkan Satpol PP dibekali dengan pistol listrik. Senjata itu digunakan hanya untuk berjaga-jaga.

Ahok menceritakan ancaman terhadap Satpol PP diterima saat hendak mengelas tiang-tiang pagar Monas yang telah dirusak. "Tiang-tiang yang selama ini dirusak itu semua mau kita las. Kemarin kan sudah diancam-ancam dengan golok dan diancam celurit. Ya sudah tembak saja pakai pistol listrik," kata Ahok di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2014).

Politisi Gerindra ini menyebut pistol listrik itu digunakan sebagai alat jaga-jaga. Menurutnya, pistol listrik lebih baik daripada pakai pentungan atau senjata tajam.

"Saya enggak pernah janji kan (Satpol PP) enggak pernah pakai pistol. Yang penting enggak pakai pentungan. Pistol itu buat ngejaga saja, kalau (PKL) pakai pisau, nanti gimana kalau Satpol PP-nya luka-luka? Mendingan suruh dia pakai pistol listrik, kalau ditembak dia pingsan saja, lebih baik gitu dong daripada saling tusuk,” jelasnya.

Ahok kesal karena ribuan PKL yang merangsek masuk ke Monas membuat kondisi kawasan tersebut jadi semrawut. Taman-taman dirusak dan pagarnya juga ada yang dibobol. Ahok memerintahkan bawahannya untuk merazia besar-besaran PKL di Monas.

"Enggak ada toleransi lagi buat PKL selama-lamanya, siang ini harus clear. Ini mulai siang ini mau kita sikat, diadakan apel, kita sikat habis, nggak mau tahu lagi," kata Ahok dia usai menggelar Rapim dengan seluruh SKPD dan UKPD di Balai Kota.

1. Pistol Listrik

Ahok mengusulkan Satpol PP dibekali dengan pistol listrik. Senjata itu digunakan hanya untuk berjaga-jaga.

Ahok menceritakan ancaman terhadap Satpol PP diterima saat hendak mengelas tiang-tiang pagar Monas yang telah dirusak. "Tiang-tiang yang selama ini dirusak itu semua mau kita las. Kemarin kan sudah diancam-ancam dengan golok dan diancam celurit. Ya sudah tembak saja pakai pistol listrik," kata Ahok di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (16/6/2014).

Politisi Gerindra ini menyebut pistol listrik itu digunakan sebagai alat jaga-jaga. Menurutnya, pistol listrik lebih baik daripada pakai pentungan atau senjata tajam.

"Saya enggak pernah janji kan (Satpol PP) enggak pernah pakai pistol. Yang penting enggak pakai pentungan. Pistol itu buat ngejaga saja, kalau (PKL) pakai pisau, nanti gimana kalau Satpol PP-nya luka-luka? Mendingan suruh dia pakai pistol listrik, kalau ditembak dia pingsan saja, lebih baik gitu dong daripada saling tusuk,” jelasnya.

Ahok kesal karena ribuan PKL yang merangsek masuk ke Monas membuat kondisi kawasan tersebut jadi semrawut. Taman-taman dirusak dan pagarnya juga ada yang dibobol. Ahok memerintahkan bawahannya untuk merazia besar-besaran PKL di Monas.

"Enggak ada toleransi lagi buat PKL selama-lamanya, siang ini harus clear. Ini mulai siang ini mau kita sikat, diadakan apel, kita sikat habis, nggak mau tahu lagi," kata Ahok dia usai menggelar Rapim dengan seluruh SKPD dan UKPD di Balai Kota.

2. 'Pasukan Penjambret'

PKL di Monas, Jakarta Pusat, siap-siap dirazia besar-besaran. Namun waktu penertiban itu tidak akan disosialisasikan terlebih dulu.

"Nanti percuma kita tertibkannya kalau bocor," ujar Kasatpol PP DKI Kukuh Hadi Santosa, kepada detikcom, Senin (16/6/2014).

Menurut Kukuh, pihaknya menyiapkan 500 personel untuk merazia PKL di Monas. Jumlah itu belum ditambah pasukan dari polisi.

Kukuh menambahkan, Monas merupakan kawasan terlarang untuk berdagang. Karena itu razia nantinya dilakukan bukan karena perintah dari Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Ada perintah jalan tidak ada perintah juga jalan," tuturnya.

Ahok pada Kamis (12/6/2014) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, mengaku geram dengan semakin menjamurnya PKL Monas. Ahok pun akan membentuk pasukan penjambret.

"Saya lagi rumuskan. Yang jelas saya anggap ini udah out of the rule. Ini kayak zaman koboi aja, kayak film-film Godfather, Chicago. Bentuk pasukan penjambret gitu lho. Abis kita mau minta tolong sama siapa? Yang penting jangan anarkis saja. Jangan melanggar HAM. Entar Komnas HAM bilang lagi. Jadi rusak nih negara. Karena terlalu banyak orang membela orang yang salah," kata Ahok.

2. 'Pasukan Penjambret'

PKL di Monas, Jakarta Pusat, siap-siap dirazia besar-besaran. Namun waktu penertiban itu tidak akan disosialisasikan terlebih dulu.

"Nanti percuma kita tertibkannya kalau bocor," ujar Kasatpol PP DKI Kukuh Hadi Santosa, kepada detikcom, Senin (16/6/2014).

Menurut Kukuh, pihaknya menyiapkan 500 personel untuk merazia PKL di Monas. Jumlah itu belum ditambah pasukan dari polisi.

Kukuh menambahkan, Monas merupakan kawasan terlarang untuk berdagang. Karena itu razia nantinya dilakukan bukan karena perintah dari Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Ada perintah jalan tidak ada perintah juga jalan," tuturnya.

Ahok pada Kamis (12/6/2014) di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, mengaku geram dengan semakin menjamurnya PKL Monas. Ahok pun akan membentuk pasukan penjambret.

"Saya lagi rumuskan. Yang jelas saya anggap ini udah out of the rule. Ini kayak zaman koboi aja, kayak film-film Godfather, Chicago. Bentuk pasukan penjambret gitu lho. Abis kita mau minta tolong sama siapa? Yang penting jangan anarkis saja. Jangan melanggar HAM. Entar Komnas HAM bilang lagi. Jadi rusak nih negara. Karena terlalu banyak orang membela orang yang salah," kata Ahok.

3. Beli Motor Trail

Ahok menganggarkan pembelian motor trail untuk memberantas sejoli yang kerap berbuat mesum di taman. Ahok memandang motor trail ini perlu untuk mengejar pasangan mesum yang sering kabur saat dipergoki.

"Makanya saya akan menganggarkan 250 motor trail ke Kodam Jaya. Supaya nanti tentara yang jago mengejar naik motor. Jadi kalau ada laporan apa-apa dia bisa cepat bantu, termasuk kalau ada kejahatan-kejahatan. Mereka kan bisa nembak dari motor juga sebetulnya," kata Ahok usai membuka PRJ Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014). Ahok menjawab pertanyaan wartawan tentang pasangan mesum di taman.

Ahok berpendapat pasangan mesum ini kerap kabur menggunakan motor saat kepergok petugas. Untuk itu dia meminta agar ada pembatasan orang yang membawa kendaraan di dalam taman.

"Makanya saya bilang nanti harus ada CCTV, tapi yang penting batasi orang masuk taman pakai kendaraan. Kalau membolehkan kendaraan dan motor masuk, kalau ketangkap kan dia larinya lebih kencang," katanya.

Saat ditanya kapan pengawasan taman menggunakan CCTV bisa dilakukan, Ahok mengatakan alat ini sudah ada. "Sudah ada kok. Satpamnya saja yang kurang beres," katanya.

3. Beli Motor Trail

Ahok menganggarkan pembelian motor trail untuk memberantas sejoli yang kerap berbuat mesum di taman. Ahok memandang motor trail ini perlu untuk mengejar pasangan mesum yang sering kabur saat dipergoki.

"Makanya saya akan menganggarkan 250 motor trail ke Kodam Jaya. Supaya nanti tentara yang jago mengejar naik motor. Jadi kalau ada laporan apa-apa dia bisa cepat bantu, termasuk kalau ada kejahatan-kejahatan. Mereka kan bisa nembak dari motor juga sebetulnya," kata Ahok usai membuka PRJ Monas, Jakarta Pusat, Selasa (10/6/2014). Ahok menjawab pertanyaan wartawan tentang pasangan mesum di taman.

Ahok berpendapat pasangan mesum ini kerap kabur menggunakan motor saat kepergok petugas. Untuk itu dia meminta agar ada pembatasan orang yang membawa kendaraan di dalam taman.

"Makanya saya bilang nanti harus ada CCTV, tapi yang penting batasi orang masuk taman pakai kendaraan. Kalau membolehkan kendaraan dan motor masuk, kalau ketangkap kan dia larinya lebih kencang," katanya.

Saat ditanya kapan pengawasan taman menggunakan CCTV bisa dilakukan, Ahok mengatakan alat ini sudah ada. "Sudah ada kok. Satpamnya saja yang kurang beres," katanya.
Halaman 2 dari 8
(aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads